Opini  

TP2KP2: Tim “Spektakuler” Ciptaan Era Baru

(Edisi 4)

Opini Oleh: Muhammad Intania, SH
Sekretaris LBH Pusako

Pemerintah Era Baru terus menuai prestasi. Selain memiliki pemimpin yang terpopuler peringkat 6 versi Indonesia Indicator (I2) pada Januari 2022 lalu, ternyata pemimpin Era Baru ini juga memiliki prestasi lain walau kurang terekspose ke publik, yaitu menciptakan satu satunya tim yang “spektakuler” dalam pemerintahannya. Namanya Tim Pengkajian dan Perumusan Kebijakan Percepatan Pembangunan (Tim P2KP2).

Lantas dimana “spektakulernya” sehingga publik layak memberi apresiasi atas keberadaan tim ini? Inilah sedikit catatan kami dari LBH Pusako sebagai berikut:

  1. Tim TP2KP2 adalah satu satunya Tim yang keberadaannya sejak tanggal 31 November 2021 hingga 25 Februari 2022 dibentuk 2 (dua) kali karena masa bakti pertama berakhir pada akhir tahun 2021, dan kemudian dibentuk baru lagi melalui Keputusan Bupati pada 7 Januari 2022.
  2. Tim TP2KP2 adalah satu satunya tim yang dirubah melalui Keputusan Bupati sebanyak 2 (kali) sejak ditetapkan kembali pada tanggal 7 Januari 2021, kemudian dirubah pada tanggal 14 Februari 2022, dan dirubah lagi pada tanggal 25 Februari 2022. Kereenn kan?
  3. Tim TP2KP2 adalah satu satunya tim yang keberadaannya bisa dirubah sebanyak 2 (dua) kali dalam satu bulan. Iya, dalam satu bulan. Makin kereeen lagi kan? Ada apa dengan tim ini?
  4. Tim TP2KP2 adalah satu satunya tim yang mengalami perubahan dalam waktu kurang dari 3 bulan sebanyak 3 kali melalui Keputusan Bupati. Hehehe luaarr biasa.

Publik Tanah Datar baik di Salingka Luhak Nan Tuo maupun di perantauan seharusnya berbangga dengan keberadaan tim ini karena tim ini langsung dipimpin oleh Bupati yang mengisyaratkan pimpinan daerah sangat peduli dengan percepatan pembangunan daerah. Semua itu adalah demi masyarakat Tanah Datar.

Baca Juga :  Eksistensi Perempuan Dalam Pilkada

Tugas tim ini tidak main main. Kira kira tugas tim ini adalah menghimpun dan mengkaji permasalahan dan isu isu strategis dalam percepatan pembangunan Tanah Datar serta memberikan rumusan / rekomendasi atas hasil kajian / analisa dan sebagai narasumber pada kegiatan FGD dan kegiatan lainnya serta melaporkan kegiatan kepada Bupati Tanah Datar.

Hampir semua elemen masyarakat sudah diakomodir di tim ini. Ada pensiunan ASN yang mewakili unsur Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Ada juga warga sipil yang mewakili unsur Pemberdayaan / Pariwisata. Latar belakang pendidikan tidak terlalu dipertimbangkan. Namun, tidak ada unsur yang mewakili kepemudaan. Entah peran pemuda tidak diperlukan atau bagaimana, kita kurang tahu.

Ada juga sipil yang mewakili unsur Komunitas. Entah komunitas apa, kita juga tidak tau karena tidak disebutkan gambaran kerja (job description) mereka masing masing. Entah maksudnya komunitas otomotif, komunitas pedagang pasar, komunitas ojek atau komunitas kusir bendi, entahlah, wallahualam.

Tapi pada hakekatnya tim P2KP2 ini sudah pasang “tangguak rapek”. Semua komunitas dianggap sudah diakomodir. Bisa jadi maksudnya komunitas Keagamaan, komunitas profesi, komunitas Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Cadiak Pandai, dll sudah diakomodir juga. Walau publik tidak tahu jadwal kegiatan mereka karena saking spektakulernya tim ini tidak perlu publik tahu, tapi cukup rasakan saja sepak terjang mereka.

Biasanya tim yang tidak boleh diketahui orang lain disebut tim siluman, underground, shadow, hidden team dan sebutan lainnya. Tapi tim TP2KP2 bukan termasuk kedalam tanah tersebut karena masih ada SK nya. Anggaran? Pastilah. Mana ada tim yang bekerja ikhlas beramal.

Pembentukan tim seperti ini mungkin sedang trend bagi pemenang Pilkada. Tapi, bagaimanapun juga, selagi tim ini dibiayai dari APBN ataupun APBD, pasti dimintai pertanggungjawaban oleh pihak yang berwenang atau pihak yang berkepentingan.

Baca Juga :  Kesiapan Menuju New Normal di Dunia Pendidikan

Yaa…kita anggap saja tim TP2KP2 ini tim yang spektakuler walau publik tidak tahu dimana dan dari segi apa spektakulernya. Bak kata ungkapan bijak Minang, “buah kok lah masak, nyo ka jatuah surang sajo.” Tapi ingat, buah yang jatuh tidak selalu karena masak; bisa karena busuk, karena ditembak, dilempar, karena badai, dll.

bisa bisa ado nan jatuah dek digigik tupai, kicek Wan Labai sambia maota di kadai kopi.”

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600