Tiga Pengacara dari APSI Sumbar “Lumpuh” di PN Batusangkar

  • Bagikan
banner 468x60

Tanah Datar, JurnalMinang.Com. Tiga orang pengacara dari APSI Sumbar dalam perkara No.7/2020 tak berkutik oleh seorang anggota Peradi di Pengadilan Negeri Batusangkar. 

Perkara itu diawali oleh gugatan yang dipercayakan Mukhruyon dengan 7 orang ka wanya kepada Ahmad Ariadi, S.H, Akhirman, SH.l dan Joni, S.H.l, MA.g dari APSI Sumatera Barat. Sementara Tergugat M.Dt.Malin Omeh dengan 3 orang kawanya memberi kuasa kepada St.Syahril Amga alias Dt.Canang untuk melawanya.

banner 336x280

Menurut Penggugat objek sengketa adalah 1 unit rumah adat, 1 unit rumah permanen, 3 tumpak sawah yang terletak di Jorong Lareh Nan Panjang, di Jorong Taratak XII dan di Jorong Taratak VIII dalam kenagarian Atar Kec.Padang Ganting itu adalah miliknya. 

Harta itu oleh neneknya berasal dari Wasiat Hibah dari Eka Dini Dt.Malin Omeh kepada Asik pada th 1935. Surat itu diperkuat dengan surat keterangan Timawilan 12 Juli 1953 dan Penggugat keturunan cucu dari Asik. Disamping itu, diajukan 27 bukti surat tambahan dan 6 orang saksi.

Tegas Penggugat, para Tergugat tidak memahami isi kedua surat itu. Oleh sebab itu para Penggugat disamping mengajukan 29 bukti surat dan 6 orang saksi, satu diantaranya saksi ahli DR.Y.Dt.Tongga dari Bakor KAN Sumbar. Akan tetapi Penggugat tidak mampu membuktikan gugatanya.

Para Tergugat dalam tangkisanya menegaskan, dalam sejarah keturunan anggota Kaum Dt.Malin Omeh tidak ada yang bernama Eka Dini, kecuali M.Dini. Seiring dengan itu Tergugat mengajukan 9 bukti surat dan juga 6 orang saksi. Dari keterangan para saksi terbukti keparalelan bukti surat yang diajukanya. Sementara itu, bantahan dan sanggahan yang dilakukan Tergugat dapat pula dibuktikanya dengan jelas hingga teranglah perkara itu.

Majelis Hakim yang diketua Rani Suryani Pustikasari, S.H,.M.H, yang beranggotakan Erwin Radon Ardiyanto, S.H dan Hari Rahmat, S.H dibantu Panitera Pengganti Elfirina dari hasil permusyawaratanya menyatakan, gugatan tidak dapat diterima. Disamping itu membebankan biaya yang timbul dalam perkara itu kepada penggugat sebesar Rp.6.959.000,-.

Baca Juga :  Masuki Pertengahan Tahun 2020, Kunjungan MPP Payakumbuh Capai Angka 17 Ribu

Begitu antara lain yang dapat dihimpun Jurnalminang News & Web TV di Pengadilan Negeri Batuangkar. Sehubungan dengan itu St.Syahril Amga dalam menjawab pertanyaan wartawan mengatakan, sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku, hakim telah memberikan waktu untuk berfikir 14 hari kepada para yang kalah. 

“Namun para pihak yang kalah itu sampai Kamis kemaren upaya hukum naik banding tidak dipergunakanya, justeru karena waktu sudah habis dia tidak naik banding tentu berarti menerima putusan Majelis Hakim itu” kata St. Syahril Amga alias Dt. Canang itu. (SA/Red.Jm).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan