News  

Terkait Hewan Kurban dan PMK, Dinas Pertanian dan MUI Tanah Datar Gelar Rakor

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Guna menjamin ketersediaan hewan ternak dalam rangka Hari Raya Kurban di saat pandemi di Kabupaten Tanah Datar, dan menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi tingkat Provinsi Sumbar, Dinas Pertanian Tanah Datar, beserta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Datar, menggelar Rapat Koordinasi di aula kantor Bupati setempat, Jum’at (17/6).

Plt Kepala Dinas Pertanian, Sri Mulyani, menyebutkan, Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap (sapi, kerbau, kambing, dan domba). Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan lepuh di mulut, lidah, gusi, dan kuku. Masa inkubasi dari penyakit ini 1 – 14 hari dengan angka kesakitan (morbiditas) mencapai 100% dan angka kematian (mortalitas) 1 – 5%.

Berdasarkan statistik peternakan di Kabupaten Tanah Datar tahun 2021, populasi ternak sapi sebanyak 35.009 ekor, kerbau sebanyak 7.214 ekor, kambing sebanyak 31.204 ekor dan domba sebanyak 50 ekor dengan jumlah total 73.477 ekor.

“Kasus pertama positif PMK di Kabupaten Tanah Datar ditemukan pada sapi masyarakat di Bendungan Jorong Bukit Gombak Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum sebanyak 4 ekor, berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Veteriner Bukitinggi tanggal 16 Mei 2020,” ucap Sri Mulyani.

Kepada panitia kurban, Sri Mulyani menekankan, meskipun virus PMK tersebut tidak berefek pada manusia, tetapi hindari untuk mengkonsumsi bagian kepala dan kaki jika ada nanti ditemukan gejala PMK pada sapi kurban.

Dalam hal itu Kabid Peternakan, Drh. Varia Warvis, mengatakan, untuk menghindari ketidak khawatiran masyarakat akan mengkonsumsi daging sapi, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan pada pintu masuk bagi ternak yang akan memasuki pasar ternak.

Baca Juga :  Adrijinil, Dt.Rangkayo Mulia Pimpin DPP Simawang Saiyo Periode 2022-2026

“Apabila kami menemukan adanya gejala atau PMK pada ternak yang akan masuk ke pasar ternak, petugas tidak akan membolehkan untuk masuk dan harus dibawa kembali pulang,” ujar Varia Warvis.

Sementara itu, Ketua MUI Tanah Datar, Drs. Masnefi, menyebutkan, dengan adanya virus PMK tersebut, Ia juga menekankan kepada pengurus Mesjid atau panitia kurban untuk tidak terlalu cemas dan ragu. Karena dengan sikap panitia yang terlalu cemas dapat menimbulkan kurangnya minat masyarakat untuk berkurban nantinya.

Turut hadir dalam rakor tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian, Sri Mulyani, SP. M.Si, Kepala Dinas Sosial, Afrizon, S.Ag, Kabid Peternakan Drh. Varia Warvis, Ketua MUI Drs. Masnefi, Pengurus Mesjid/Panitia Kurban. (KD/Red.Jm)

Print Friendly, PDF & Email