Opini Pendidikan

Tahun Ajaran Baru dan Masa Depan Pendidikan

Oleh: Dr. Demina, M.Pd

Dosen IAIN Batusangkar

Tahun ajaran baru 2020 membuat banyak pihak galau dan ragu serta prihatin akan pendidikan siswa pemula belajar terutama di Sekolah Dasar (SD). Wali murid SD dengan karakteristik dan lingkungan rumah tangga yang berbeda sebagian besar belum bisa membimbing anak untuk belajar di rumah. Hasil wawancara beberapa penelitian menyimpulkan bahwa “Orang tua siswa mengeluh bahwa tidak bisa mengajar anaknya di rumah karena tidak tahu dengan kurikulum dan materi belajar anak zaman kini” (Wati. 2020).

Proses pembelajaran daring telah menyedot banyak perhatian akan pendidikan masa depan anak. Orang tua siswa mengeluh tentang pengetahuan siswa yang berefek bukan sekarang tetapi 20 tahun akan datang. Ada juga yang menyebutkan sebagian orang tua yang memiliki pendidikan cukup baik tetapi tetap tidak bisa membantu anak untuk belajar di rumah. Ada juga yang menyampaikan bahwa anak lebih banyak main game daripada belajar karena orang tuanya menyiapkan paket dan kuota internet tanpa batas di rumah. 

Jika sekolah seperti biasa (normal) dilakukan maka berbagai kecemasan juga terlontar misalnya, transportasi siswa  yang beragam seperti angkot atau ojek atau membawa motor sendiri yang susah untuk terbebas dari penyebaran covid 19. ini adalah situasi yang cukup sulit karena dunia pendidikan dihadapkan pada dua pilihan yang dilematis. Salah satu pilihan tersebut harus ditempuh meskipun dengan berbagai resiko yang menghadang.

Tahun ajaran baru di Sumatera Barat masih juga menunggu kepastian pusat pertanggal 15 Juli 2020 sebagaimana disampaikan oleh gubernur Sumatera Barat yang juga berharap bisa tatap muka.  Pada tanggal 13 Juli 2020 sekolah harus dimulai dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik daerah; zona merah, kuning, orange dan hijau. Ada yang boleh tatap muka dan ada yang melalui pembelajaran daring. Berbagai pelaksanaan dan aturan  protokol kesehatan di sekolah setempat sudah dibuat sebagai berikut: 

  1. Pembelajaran dilaksanakan dengan daring dan jarak jauh. 
  2.  Warga sekolah tetap melaksanakan protokol kesehatan covid-19.
  3. Kepala sekolah, Pendidik dan tenaga kependidikan dapat kreatif dan inovatif mendorong terlaksananya proses pembelajaran guru dan siswa. 
  4. Sekolah bekerja sama dengan orang tua, pemerintah nagari dan petugas kesehatan dalam pencegahan covid-19.
  5. Dinas pendidikan melaksanakan monitoring dalam pembelajaran daring. 
  6. Sekolah melaporkan kegiatan belajarnya.

Apabila kondisi memungkinkan pembelajaran dengan model blended learning menjadi pilihan walau sebelumnya sekolah dengan tatap muka akan dimulai secara bertahap pada satuan pendidikan SD, SMP dan SMA. Meningkatnya grafik masyarakat yang terkena covid dengan berbagai klaster baru menambah kecemasan dan kegalauan pendidikan pada tahun ajaran baru 2020 dan masa depan pendidikan kita selanjutnya.

Apabila pembelajaran tatap muka di sekolah dilaksanakan itu menjadi tanggung jawab orang tua yang seperti yang pernah dirilis oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk sekolah jarak jauh atau daring melalui pedoman belajar di rumah melalui surat edaran no 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah masa darurat penyebaran Covid-19 jo SE nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksaanaan pendidikan dalam masa corona virus disease atau covid-19.

Metode belajar dari rumah dilaksanakan melalui daring, laptop, portal dan berbagai aplikasi daring sedangkan pembelajaran luring dapat melalui televisi, radio, modul belajar mandiri dan LKS, bahan ajar cetak, alat peraga dan media belajar lainnya. Adapun peran pendidik memfasilitas pembelajaran daring, luring dan blender learning serta ketersediaan sarana prasarana pembelajaran. Pembelajaran berjalan baik melalui komunikasi dengan orang tua dan peserta didik. Guru membuat RPP sesuai dengan kondisi anak serta menghubungi orang tua untuk mendiskusikan pembelajaran inklusif dan proses kegiatan bejalan dengan lancar. 

Melihat fenomena seperti ini tentu ada kekhawatiran dari kita semua tentang nasib pendidikan kita di masa depan. Jika proses pembelajaran dari ini tidak efektif dan dinilai banyak masalah maka kita harus menunggu sampai situasi bisa normal kembali. Jika tidak, entah seperti apa kualitas anak didik kita nanti meskipun berbagai persiapan pembelajaran daring sudah diatur sedemikian rupa. Tentu berbeda juga sentuhan antara daring dan luring.

Daftar Rujukan

Kontan.co.id. 2020. Inilah poin-poin penting panduan Kemendikbud selama belajar dari rumah

Rizka desri Yusfita.2020. Tahun Ajaran baru di Sumbar muali 13 Juli2020, sekolah tatap Muka atau di rumah? Ini kata Gubernur.  Tribupadang.com.

Mendikbud Nadiem: Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Itu Hak Orangtua


Yohanes Enggar Harususilo, 2020.Mendikbud Nadiem: Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Itu Hak Orangtua. Kompas.com.

Related posts

Kadis Pendidikan Tanahdatar Hadiri Acara Konsolidasi Pendidikan

Admin Jurnal Minang

Manfaat MGMP Bagi Guru Bahasa

Admin Jurnal Minang

Makna Filosofis Pakaian Tingkuluak

Admin Jurnal Minang

Leave a Comment