Proyek Mangkrak, PUPR Sudah Proaktif, Kontraktor Masih Diam

IMG 20230114 WA0021
IMG 20230114 WA0021

Batusangkar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) di jalan MT Haryono Batusangkar, masih mangkrak meskipun sudah diberikan kesempatan untuk melanjutkan selama 50 hari kerja, karena rekanan belum juga bisa menambah bobot pekerjaan, kejadian ini tampaknya bakal runyam.

Hingga kini progressnya pembangunan masih mencapai sekitar 43 persen atau tidak mengalami perubahan, jika dibandingkan dengan kondisi per 30 Desember 2022 lalu.

Terbengkalainya proyek pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) di jantung kota Batusangkar yang dikerjakan oleh CV. TEMIKA JAYA UTAMA dengan dana Rp. 1.571.881.047 (satu milyar Lima Ratus Tujuh Puluh Satu juta, Delapan Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Empat Puluh Tujuh Rupiah), dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, mulai 2 September 2022 dan selesai tanggal 30 Desember 2022, menuai pertanyaan di tengah-tengah masyarakat.

Yang menjadi pertanyaan, apakah salah perencanaan atau ada unsur kesengajaan bahwa pelaksana pekerjaan tidak profesional, namun buktinya hingga saat ini pekerjaan MPP terhenti, bobot tidak bertambah, padahal pembangunan gedung MPP dengan nilai Rp 1,5 M lebih adalah skala prioritas bagi Pemda Tanah Datar untuk pelayanan bagi masyarakat dalam bidang perizinan usaha.

Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) Pekerjaan Gedung Mall Pelayanan Publik Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar Kusbandi, ST saat dikonfirmasi media di ruangan kerjanya membenarkan pekerjaan proyek pembagunan gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) belum selesai, dan bagi rekanan yang terlambat menyelesaikan pekerjaan maka sudah diberikan kesempatan untuk perpanjangan waktu selama 50 hari atas permohonan rekanan dan akan dikenai denda satu permil dari nilai kontrak.

PPTK gedung Mall Pelayanan Publik Renol Sata, ST membenarkan tentang keterlambatan proyek pembangunan mall pelayanan Publik (MPP) di sebelah kantor DPMPTSP Batusangar, dalam hal ini kami juga telah memberikan perpanjangan waktu selama 50 hari atas permohonan dari rekanan, tetapi sampai saat ini pekerjaan tidak dilaksanakan oleh rekanan dan bahkan kami juga sudah memberikan surat peringatan sebanyak 2 kali,” ujar Sata.

Baca Juga :  Wabup Richi Aprian Lakukan Koordinasi dan Konsultasi Waqaf 1000 Hafizh

Karena pekerjaan belum juga dilaksanakan  kami sudah beberapa kali menghubungi Harianto selaku pimpinan perusahaan sekaligus pelaksana melalui hp selularnya, tetapi tidak pernah direspon sama sekali bahkan saya juga sudah mencari ke kantornya dan bahkan saya mencarinya sampai ke Pekanbaru (Riau). namun hasilnya nihil, tidak bisa ditemukan. Dinas PUPR dalam hal ini maunya pekerjaan tersebut selesai tepat waktu”. kata Renol Sata,ST.

Penulis: Kasdi Ray
Editor: Redaksi Jurnal Minang
Print Friendly, PDF & Email