Program Pendamping Budaya Desa di Tanah Datar Gelar Worksop Daya Warga di Pariangan

  • Bagikan
banner 468x60

Tanah Datar, Jurnal Minang.Com. News&Web TV. Tidak salah rupanya Kementrian Pendidikan Kebudayaan & Ristek Dikti memilih dan menetapkan dua nagari di Tanah Datar untuk menjadi pilot project Pendamping Budaya Desa. Dua nagari tersebut yaitu Pariangan dan Batu Taba. Di nagari Pariangan sudah digelar workshop Daya Warga pada Rabu, 1 Juli 2021 di Kantor Wali nagari Pariangan.

Kegiatan workshop ini diikuti oleh 15 orang warga yang bersemangat untuk menjadi penggiat kebudayaan. “Acara ini bertujuan untuk membekali warga untuk mengumpulkan peta budaya yang ada di nagari” ujar Randa, S.Pd yang sudah ditunjuk sebagai Pendamping Budaya Desa untuk Nagari Pariangan.

banner 336x280

Workshop ini sengaja menghadirkan narasumber dari peneliti kebudayaan dari IAIN Batusangkar yang juga sebagai Tenaga Ahli Cagar Budaya Irwan Malin Basa. “Ada beberapa langkah dan model yang perlu diketahui dan diberikan kepada warga untuk melakukan pemetaan budaya ini” jelas Irwan Malin Basa ketika berbincang dengan media Jurnal Minang.com.

Acara dibuka langsung oleh Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Abrar Mukhlis. “Saya sangat mendukung kegiatan ini. Ketika data budaya sudah terkumpul maka bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kebudayaan sebagaimana yang diamanatkan oleh UU No.5 th 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan” sampai Abrar Mukhlis.

Sementara itu Rahma Dewi yang merupakan penggiat kebudayaan di kab. Tanah Datar juga hadir dan ikut memberikan sambutan. “Saya akan sisp bekerjasama dan mendukung kegiatan ini. Kita harus memiliki data budaya yang lengkap dan diinput kedalam aplikasi yang sudah ada” ujar Dewi

Pemerintah Nagari Pariangan juga memfasilitasi dan mendukung penuh kegiatan ini sehingga semua acara berjalan sukses dari awal sampai akhir. “Kami akan memasukkan kegiatan kebudayaan ini kedalam APB Nagari” ujar Zelmawati Sekretaris Nagari Pariangan. (Red.Jm).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan