Pramono: Naskah Kuno, Batik dan UMKM

  • Bagikan
banner 468x60

Tanah Datar, JurnalMinang.Com. News&Web TV. Pramono, PhD adalah seorang filolog Universitas Andalas yang bertangan dingin dalam eksplorasi, digitalisasi, pengkajian serta memikirkan industri kreatif dan produk hilir lainnya dari manuskrip. Puluhan ribu manuskrip sudah dibolak baliknya dan tidak terhitung pula berapa kilo debu naskah yang sudah tertelan olehnya tanpa sengaja. Debu naskah itu bukannya menjadi penyakit baginya tetapi malah menjadi vitamin untuk lebih berkarya tentang seluk beluk manuskrip.

Di pertengahan Desember 2020 ini Pramono menemukan ribuan lembar manuskrip di kabupaten Solok. Naskah tersebut sebagian besar masih utuh dan lengkap sehingga bisa dibaca. Yang lebih menarik lagi ragam hias atau iluminasi naskah kuno tersebut sangat indah, bervariasi serta diukir dengan seni yang tak ternilai. Arsirannya laksana anyaman sarang burung tempua yang teratur dan dihiasi aneka warna.

banner 336x280

Iluminasi atau ragam hias itu dijadikan berbagai motif kain sehingga lahirlah motif motif batik yang menggoda. Sebelum di kab. Solok, pada tahun 2017 Pramono bersama Irwan Malin Basa di Pariangan, Tanah Datar sudah mendaftarkan HKI untuk 25 motif batik yang diambil dari ragam hias naskah kuno Pariangan.

Kini, sudah ada sekitar 30 orang pembatik di Pariangan dan sudah hampir 100 orang pembatik di Tanah Datar yang terampil memproduksi berbagai macam produk berbasiskan ragam hias naskah kuno. Sudah banyak keluarga yang hidup dari batik tersebut. Beberapa UMKM rumah batik dan industri kecil lainnya mulai eksis. Tinggal lagi sentuhan tangan Pemda masing masing daerah. Dan tidak mungkin pula semuanya dibebankan kepada seorang Pramono dan filolog lainnya.

Ketika ada yang mengingat nama Pramono tentu yang ada dalam mindset kita adalah manuskrip kuno, Batik dan UMKM. Masih banyak produk hilir naskah kuno yang akan lahir nantinya. Padahal, dulunya, manuskrip hanya dianggap tumpukan kertas usang yang tidak berarti dan mungkin sudah banyak yang dibuang atau dibakar.

Baca Juga :  Sosialisasikan SIPS Bawaslu Undang Parpol Dan Paslon Pilkada 2020

Namun di tangan seorang Pramono manuskrip itu adalah tumpukan emas yang multiguna. Betapa tidak, semua gudang ilmu di masa dahulu tersimpan didalam manuskrip itu. Semoga lahir Pramono Pramono lainnya yang bertangan dingin mengkaji manuskrip. (Red.Jm).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan