News

Polres Payakumbuh Bongkar Sindikat Uang Palsu

Payakumbuh,jurnalminang.com  – Satuan Reskrim Polres Payakumbuh, berhasil mengungkap dua orang pembuat dan pengedar uang palsu yang sempat menipu dan menggunakan uang palsu tersebut untuk membeli beberapa telepon genggam dengan total Rp17 juta. Keduanya berinisial “MA” dan “A”.

Dalam jumpa pers Senin (27/7) siang Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mengatakan, sesuai dengan pengakuan tersangka pengedar uang palsu telah melakukan aksinya sebanyak dua kali, yakni di Kota Payakumbuh dan Kota Solok.

“Pengungkapan sindikat pembuat dan pengedar uang palsu tersebut berawal digunakan uang tersebut untuk membeli telepon genggam dalam jumlah banyak yang dibayar dengan campuran uang palsu dan asli,” ujar Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Mochamad Rosidi.


Kapolres menyebutkan pihaknya melakukan penyelidikan berdasarkan laporan polisi Nomor : LP/K/225/VII/2020/Res, tanggal 24 Juli 2020 yang dilakukan oleh konter Pagaruyung Ponsel yang berlokasi di Jl. Tan Malaka, Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, tempat tersangka melakukan aksinya.

Tersangka melakukan aksi pada Jumat (24/7) sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam beraksi kedua tersangka menggunakan sepeda motor Honda Beat berangkat dari Kota Solok ke Payakumbuh.

Kedua tersangka diamankan di dua lokasi berbeda, “M A” ditangkap di Kota Padang Panjang Minggu (26/7) sekitar pukul 09.30 WIB. Sedangkan “A”, ditangkap di Kota Solok pada hari yang sama sekira pukul 17.30 WIB.

“Kedua tersangka itu bekerja di koperasi, “MA” di Padang Panjang dan “A” di Kota Solok,” tambah Kapolres.


Dari penangkapan tersebut, Polres Payakumbuh mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat, satu unit printer merek EPSON, warna hitam, satu unit HP Iphone 7 Plus, satu unit HP Oppo Reno 3, satu unit HP Samsung e1272, satu buah pisau carter warna merah, setengah rim kertas HVS warna merah dan setengah rim kertas cover paper warna putih.

“Total uang palsu yang disita senilai Rp25.900.000. Uang Palsu yg disita dari tersangka senilai Rp11.900.000 dan yang disita dari korban senilai Rp14 juta,” sebutnya.


Dari perbuatannya, kedua tersangka akan dikenakan Pasal 244 jo pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Sekarang kami masih mendalami pengakuan tersangka bahwa dalang dari pembuatan uang palsu tersebut bukan dirinya. Tapi kami dalami dulu, apakah memang benar atau hanya cara dari tersangka,” imbuh Kapolres Dony Setiawan.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polres Payakumbuh dibantu Reskrim Solok. Pihak Reskrim Solok juga akan ikut melakukan penyidikan kepada pelaku di Polres Payakumbuh, untuk pengembangan di daerahnya. (joli)

Related posts

Club Hyundai Chapter Tanah Datar Segera Dideklarasikan

Admin Jurnal Minang

Di Duga Lakukan Kekerasan, ASN IPDN Di Laporkan

Admin Jurnal Minang

IAIN Batusangkar dan OK OCE Bahas Ekonomi Islam

Admin Jurnal Minang

Leave a Comment