News  

PDIP di Tanah Datar Mulai Dilirik Cabup

Tanah Datar, JurnalMinang.com. Menjelang pendaftaran balonbup ke KPUD pada tgl 4 sd 6 September 2020 nanti berbagai lobi dan cara untuk mendapatkan surat dukungan dari parpol dilakukan oleh balonbup dan balonwabup. Tidak hanya parpol besar yang dilirik tetapi juga parpol pemilik dua dan tiga kursi seperti partai Nasdem, Hanura dan PDIP. Kalau partai besar (4 sd 6 kursi) sudah jadi rebutan dan sudah diklaim oleh calon calon tertentu meskipun belum ada SK DPP yang keluar selain dari Golkar.

Menyikapi hal tersebut, media ini mencoba mengkonfirmasi kepada salah seorang wakil ketua DPD PDIP provinsi Sumatera Barat ketika berkunjung ke Tanah Datar pada hari Selasa, 11 Agustus 2020. Bung Dian sapaan akrab beliau berpendapat bahwa PDIP siap berkoalisi dengan pasangan dari partai politik manapun tetapi ada syarat dan ketentuan yang diatur oleh partai PDIP. “Sampai kini, sudah dua orang balon yang mendaftar ke PDIP. Satu untuk balonbup dan satu lagi untuk balonwabup” jelas Dian di hotel Pagaruyung kemaren.

Ketika didesak oleh awak media, siapa saja yang mendaftar ke DPC PDIP Tanah Datar, tokoh muda PDIP ini hanya memberikan inisial saja. “JE untuk balonbup dan MW untuk balonwabup” ujar Dian. Tetapi sampai saat ini SK dari partai belum keluar karena PDIP hanya memilki dua kursi di DPRD Tanah Datar dan harus berkoalisi dengan partai lain yang memiliki cukup kursi.

Tetapi menurut pendapat politisi yang lain bahwa rugi sekali para balonbup yang tidak mau berkoalisi dengan partai PDIP. Alasannya sangat logis sekali bahwa PDIP adalah panguasa negara saat ini. Jika nanti seorang calonbup memenangkan Pilkada, tentu harus berpandai pandai mencari dana DAK dan proyek proyek lainnya dari pusat. Sedangkan Anggota DPR RI terbanyak itu dari PDIP. Presiden pun dari PDIP. Jika tidak didukung oleh partai penguasa tentu agak rumit juga berurusan membawa uang pusat ke daerah.

Baca Juga :  Pemda Tanah Datar dan IAIN Batusangkar Bersinergi

“kalau Tanah Datar ingin maju, cabup saat ini harus pintar memanfaatkan situasi politik nasional. Jika tidak, maka siapapun yang menjadi Bupati, Tanah Datar akan tetap miskin dan defisit karena hidup dari APBD rutin yang hanya berkisar 1,1 Triliyun setiap tahun. Dana tersebut untuk seluruh biaya operasional dan pembangunan termasuk gaji pegawai” tambah Dian. Untuk peluang dukungan dari PDIP masih terbuka lebar karena belum ada pasangan dan partai yang fix untuk diusung. (HR/red.Jm).

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600