Parlementawa Edisi 2: “Bupati Malam”

Oleh: Muhammad Intania, SH
Sekretaris LBH Pusako

Santer di Kabupaten Tampuruang Data beredar rumor istilah “Bupati Malam.” Entah rumor ini bermakna positif bahwa Bupati bekerja 24 jam siang sampai malam, entah diartikan sebaliknya, Wallahu alam. Mungkin maksudya adalah ada pembagian tugas antara “Bupati Siang” untuk segala aktivitas formal yang bersifat seremonial dan “Bupati Malam” untuk segala aktivitas informal seperti pembagian lapangan, icak icak jadi bupati, maraso jadi bupati, dll.

Kasak kusuk sosok “Bupati Malam” ini sudah sangat santer dibicarakan, mulai dari kalangan yang ingin jabatan tertentu sampai ke kalangan kontraktor. Mulai dari kedai kopi sampai di ateh bendi dan oto cigak baruak pun rumor ini santer dibicarakan publik Tampuruang Data. Bahkan anak abegepun sambil main dan belajar online menanyakan pula apa arti “Bupati Malam” itu.

Bisa jadi pengertian “Bupati Malam” itu adalah Bupati yang mengatur “jatah” pembagian untuk para karib kerabatnya yang dilakukan secara gelap-gelapan, atau bisa jadi Bupati informal yang mengatur strategi di malam hari untuk dikerjakan oleh Bupati formal pada siang harinya.

Entah mana yang lebih kuat posisinya, kita tunggu saja hasilnya. Tapi sebagaimana rumor beredar, “Bupati Malam” punya kartu joker dengan kata sandi: “titah Bundo Kanduang” yang tidak dimiliki oleh sang Bupati Siang.

Karena dikerjakan di malam hari (baca: secara senyap), maka Sang “Bupati Malam” mirip perumpamaan raja diraja tikus yang bertugas mengatur strategi bagi bagi tugas menjarah padi di sawah dengan kompensasi upeti sekian persen untuk sawah yang akan dibajak gratis eh… yang akan diserbu untuk makan anak kemenakan para tikus pendukungnya.

Keberadaan dan peran “Bupati Malam” ini sangat cerdik, perumpamaannya mirip dengan kentut, tidak kelihatan tapi aromanya dapat dirasakan, hehehe. Eeehhh jangan salah, kentut kalau ditahan tidak baik bagi kesehatan, tapi kalo dilepas tidak baik juga buat orang sekitar. Maka oleh karena itu, kentut harus dilepaskan pada situasi dan kondisi yang tepat. Itulah yang dimaksud bahwa “Bupati Malam” itu adalah sosok yang cerdik alias banyak aka.

Antahlah yuang, salamo pembagian rato dan Bundo Kanduang sanang, sarato indak ado mancik yang banyanyi, padiakan se lah. Ambo cuma cameh kok ado alang yang akan manyemba nanti” ujar Uwan Labai yang asyik menghisap rokoknya dalam dalam sambil berharap anjing pemburunya segera kembali ke tuannya.

Baca Juga :  Kontroversi Bank Nagari Menjadi Bank Syariah

Secara leksikal, belum ditemukan arti kosa kata Bupati Malam dalam kamus Bahasa Indonesia edisi terbaru. Tetapi kok ada di daerah Tampuruang Data? Atau memang bupati itu kembar; ada Bupati Siang dan ada Bupati Malam. Kalau memang benar adanya, sikat saja! Sebab “bupati malam” tidak ada anggarannya dalam APBD. Hahahaha.

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600