Pariwara / Lipsus

Pabasko Kunci Kemenangan Pilkada Tanah Datar

Tanah Datar, JurnalMinang.com. Istilah Pabasko (Padang Panjang, Batipuah dan X Koto) adalah sebuah singkatan dari tiga daerah yang secara wilayah “menyatu” secara budaya di wilayah Barat Tanah Datar. Namun karena Padang Panjang menjadi kota sendiri tentu masyarakat Pabasko yang memiliki KTP Padang Panjang tidak punya hak pilih di Tanah Datar. Secara statistik jumlah pemilih di tiga kecamatan Basko ini adalah pemilih terbesar (sekitar 67.000 an). Jauh lebih besar dibanding Lintau 9 Koto. Kalau mau juga memakai singkatan Pabasko tak ada salahnya kalau Pariangan bergabung ke Pabasko sehingga menjadi Pariangan, Batipuah, X Koto.

Menyikapi hal ini, seorang akademisi dan juga peneliti budaya Dr (can) Irwan Malin Basa, M.Pd ikut berpendapat. “Hal ini bukan tidak beralasan karena secara historis nenek moyang orang Batipuah dan X Koto juga berasal dari Pariangan. Secara akses ekonomi pun dari dahulu masyarakat Pariangan lebih cenderung ke pasar Padang Panjang daripada ke pasar Batusangkar.” Jika ini dimaknai sebuah entitas budaya tentu suara Pabasko akan bertambah 17.000 an lagi. Sebuah lumbung suara penentu kemenangan Pilkada di Luak Nan Tuo.

Salah seorang tokoh Pabasko Rafdi M Syarif yang juga ketua DPC Gerindra Padang Panjang berpendapat bahwa masyarakat Pabasko kini membutuhkan seorang figur Bupati ataupun wakil bupati. “Plan A adalah bupati dan plan B adalah wakil bupati. Itu sebuah keharusan!” jawab Rafdi ketika berdiskusi dengan media ini. Betapa tidak, suara Pabasko selama ini belum terkelola secara baik untuk kepentingan pilkada sehingga rakyat Pabasko belum bisa bersatu. Momen pilkada tahun ini adalah saatnya bagi masyarakat Pabasko untuk menunjukkan eksistensinya kepada Luak Nan Tuo bahwa mereka adalah bagian besar dan penting untuk kemajuan Luak nan Tuo ini.

Lebih lanjut Rafdi berpendapat bahwa untuk membuktikan masyarakat Pabasko itu peduli dengan daerah dan masyarakatnya maka mereka akan memilih kader terbaik dari daerah Pabasko sendiri. Meskipun saat ini ada beberapa putra terbaik Pabasko yang muncul menjadi balonbup atau balonwabup seperti Rafdi M. Syarif, Editawarman Dt Tan Mudo, Hendri Arnis, H.Ryan Diovella dan lain sebagainya maka setelah mendaftar ke KPU pada tgl 4 sd 6 September nanti semua akan terjawab siapa yang akan dipilih. Kini biarlah proses politik di internal partai masing masing berjalan untuk menentukan paslon.

Yang sudah mulai disebut sebut berpasangan adalah Betty Shadiq Pasadigoe dengan Editiawarman Dt.Tan Mudo (meskipun SK DPP partai belum keluar). Tidak tertutup kemungkinan akan muncul pasangan lain dari Pabasko. Rafdi M.Syarif juga sedang menjalin koalisi dengan pasangan dan partai lain. “Boleh dikatakan bahwa “partai” pemenang pilkada nanti adalah partai Pabasko” ujar Rafdi M.Syarif bersemangat.

Diantara 21 nagari yang ada di Pabasko ini tentu ada tokoh masing masing. Bak kata pepatah “satiok lasuang baayam gadang, satiok tanjuang Babalam mau”. Andai mereka semua seayun selangkah maka selesailah pilkada Tanah Datar. Toh, kalaupun tidak ada bupati dari Pabasko, wakil bupati pun jadi. (Bersambung). (Red.jm).

Related posts

KPU Tanah Datar Umumkan Pendaftaran BAPASLON Tahun 2020

Admin Jurnal Minang

LAPORAN KINERJA DPRD KABUPATEN LIMAPULUH KOTA TAHUN 2020

Admin Jurnal Minang

Laporan Kinerja DPRD Kota Payakumbuh Tahun 2020, Sampai Bentuk Pansus Tangani Covid-19

Admin Jurnal Minang

Leave a Comment