News  

Oknum ASN Diduga Mengintimidasi Kuasa Hukum Terkait Sanggahan Proses Sertifikat SMPN 2 Batusangkar

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Seorang oknum ASN berinisial ‘H’ dari Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar diduga telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan bersikap kasar kepada Kuasa Hukum dari Ir. Dewi Indah Djuita yang mengarah kepada indikasi perbuatan mengintimidasi.

Perlakuan tersebut diterima oleh Muhammad Intania, SH, Kuasa Hukum dari Ir. Dewi Indah Djuita pada hari Kamis, 16 Juni 2022 sekitar pukul 15.16 WIB melalui panggilan telepon oleh ‘H’ ke telepon seluler Muhammad Intania, SH.

“Saya sudah biasa mengangkat telepon baik dari nomor yang tersimpan di HP maupun belum tersimpan karena mana tahu ada calon klien atau pihak lain yang belum terdaftar membutuhkan layanan hukum ataupun layanan jurnalistik dari kami” ujar Muhammad Intania, SH yang akrab dipanggil dengan nama Aan ketika menjelaskan persoalan ini.

“Kali ini saya kaget, penelpon belum mengucapkan salam, langsung saja saya disemprot dengan ucapan bernada intimidasi: hebat ang yo…! Begitu ditanya balik “dari mana ini?” Malah disemprot lagi: indak paralu ang tahu siapo aden” ujar menerangkan.

Tidak terima dengan sikap kasar tersebut, maka Aan mengirim pesan WA dan sekaligus melacak orang yang terkesan mengintimidasi tersebut melalui koneksitas rekan rekan hukum dan rekan media untuk mengetahui pelaku dan latar belakang / motif yang dilakukan orang tersebut.

Selang waktu kurang dari 1 jam, didapat info bahwa orang tersebut adalah seorang oknum ASN yang bekerja di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar. Maka dugaan langsung mengarah pada sengketa yang sedang ditangani Kuasa Hukum.

Hal ini semakin menambah rasa penasaran Kuasa Hukum dan tim hukum untuk mencari benang merah motif perbuatan yang dilakukan oleh oknum ASN tersebut. Apakah terkait dengan profesinya selaku Kuasa Hukum atau selaku Jurnalis.

Baca Juga :  DPRD Payakumbuh Dorong Wali Kota Siapkan Kriteria Penerima Bantuan

“Saya tidak kenal dengan oknum tersebut. Kenapa menelepon dan langsung ngegas serta tidak pakai salam layaknya perkenalan biasa? Menimbang jabatannya sebagai ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, maka saya menduga orang tersebut mencoba mengintimidasi saya terkait dengan persoalan penyanggahan proses mensertifikatkan SMPN 2 oleh Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Tanah Datar melalui Kadis PUPPR Tanah Datar yang bisa berimbas kepada tertundanya proyek proyek di SMPN 2 Batusangkar tersebut” lanjut Aan.

“Karena saya tidak kenal dengan orang tersebut dan tidak ada masalah dengan pihak lain, kecuali dalam menjalankan profesi hukum membela kepentingan klien, maka patut diduga oknum tersebut disuruh oleh seseorang terkait dengan masalah hukum yang sedang dihadapi klien kami. Untuk itu, kami akan menindaklanjutinya kepada atasan oknum ASN tersebut” ujar Aan.

Menanggapi kejadian yang dialami oleh Kuasa Hukum, pihak keluarga Ir. Dewi Indah Djuita yang memegang Surat Kuasa Khusus, H. Eri Munafri Dt. Majo Indo Nan Karuik menyampaikan penyesalan dan kekecewaan serta mengecam tindakan yang dilakukan oleh oknum ASN tersebut.

“Dalam pemberitaan sebelumnya saya sudah menyampaikan dan meminta kepada Bupati Tanah Datar untuk membatasi dulu staffnya agar jangan melangkah terlalu jauh. Kok masih mencoba coba juga? Apa maunya Bupati?” ujar Haji Eri.

“Ini sama saja pertunjukkan arogansi oknum ASN kepada kami. Sudahlah Bupati membatalkan secara sepihak pertemuan antara keluarga kami dengan tim Bupati secara mendadak pada hari Selasa, 14 Juni 2022, malah kemudian oknum ASN Pemkab Tanah Datar melakukan upaya dugaan intimidasi kepada Kuasa Hukum kami. Kami tidak terima sikap seperti ini!” tegas Haji Eri.

Lebih lanjut Kuasa Hukum menghubungi Riswandi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar untuk menanyakan peristiwa tersebut via pesan WA, namun hanya dibaca saja dan memilih bungkam hingga berita ini dirilis.

Baca Juga :  Pimpin Deklarasi tolak KLB, Rezka Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY, LANJUTKAN KERJA KERJA POLITIK UNTUK RAKYAT

Kejadian yang dialami Kuasa Hukum dari Ir. Dewi Indah Djuita tersebut juga sudah disampaikan langsung kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM untuk menjadi atensi Bupati. Bupati malah bertanya balik karena tidak paham dengan masalah yang disampaikan.

Hari Jum’at, 17 Juni 2022 pagi, Kuasa Hukum mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menemui Riswandi, namun menurut pegawai disana menyatakan Kadis masih berada di Bali.

Akhirnya Kuasa Hukum diterima oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, In Hendri Abas, S.Pd. MM. Kuasa Hukum menyampaikan kronologis persoalan dan meminta untuk dipertemukan dengan ‘H’ agar jelas duduk perkaranya, namun ‘H’ tidak berada di kantor.

“Kami akan tindaklanjuti persoalan ini. Kami perlu mengetahui motif berkata kasar atas dugaan intimidasi ini. Kami tidak terima dengan perlakuan yang patut diduga melanggar kode etik dan kode perilaku ASN yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ASN kepada masyarakat, apalagi dilakukan kepada seorang Kuasa Hukum yang sedang menjalankan profesinya” ujar Aan lagi.

Lebih lanjut disampaikan Aan bahwa oknum ASN tersebut patut diduga melanggar Peraturan Bupati Tanah Datar Nomor 58 Tahun 2020 Tentang Kode Etik Dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar merujuk pada Pasal 7 Ayat 2 butir (c), butir (h) dan butir (k) serta Pasal 8 Ayat 1 butir (c) dan (d) serta Pasal 11 butir (b) dan Pasal 12 butir (c) serta Pasal 16 Ayat 2 dan Pasal 12 butir (l) serta Pasal 18 butir (g).

“Kami masih membuka diri atas permintaan maaf dari oknum tersebut sebagaimana kami juga menghargai permintaan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang meminta waktu sampai hari Senin, 20 Juni 2022 karena menunggu kedatangan Kadis masuk kerja. Kami juga mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini kepada Majelis Kode Etik dan Kode Perilaku dan memberikan tembusan kepada Inspektorat Kabupaten dan Provinsi untuk diberikan sanksi disipliner bilamana Kadis Pendidikan dan Kebudayaan tidak mampu menyelesaikan persoalan ini sampai tanggal 20 Juni 2022” tegas Aan.

Baca Juga :  Evaluasi Hasil MTQ XXXIX Tingkat Sumbar: Sebuah Renungan untuk Kita di Luak Nan Tuo!

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar menyampaikan permintaan maaf atas nama pribadi dan lembaga atas peristiwa yang dilakukan oknum ASN Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan tersebut ketika menutup pertemuan dengan Kuasa Hukum. (Red.Jm)

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600