Opini  

Membangun Tradisi Luak Nan Tuo di DPR RI

Opini Oleh: I.M Basa. Pendiri Lembaga Kajian Politik dan Survey Studia Politika

Momen peringatan kemerdekaan RI yang ke 77 tahun ini memiliki tema yang sangat menarik yaitu “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.” Kalau kita tafsirkan secara bebas, tema tersebut dapat menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat yang sudah lama terpuruk. Bangkit secara ekonomi, pendidikan, kemiskinan, teknologi, pertanian, budaya, dan tentunya kebangkitan politik.

Begitu juga dengan Tanah Datar yang dikenal sebagai Luak Nan Tuo yang “sedang terpuruk” dari berbagai sisi. Salah satunya politik. Apa pasal? Tidak ada satupun anggota DPR RI dari Tanah Datar periode 2019-2024 ini. Untuk tahun 2024 tentu kita harus menentukan sikap karena dengan adanya putra daerah Tanah Datar di DPR RI setidaknya bisa membantu “jalur komunikasi” Pemkab ke pusat.

Pernahkah kita punya tradisi tersebut? Tentu pernah. Dari data yang kita rangkum, th 1992 – 1997 dan 1997-1999 ada Sultan Taufiq Thaib di di DPR RI. Tahun 1999 – 2014 kosong. Tahun 2014 – 2019 ada Betti Sadiq Pasadigue. Tahun 2019 – 2024 kosong lagi meskipun ada beberapa orang putra Luak Nan Tuo yang ikut berkompetisi pada tahun 2019 tersebut.

Kini, jelang pileg bulan Februari th 2024 nanti kita harus menyatukan tekad untuk menjadikan minimal satu orang putra terbaik Luak Nan Tuo duduk di DPR RI. Apapun partainya, siapapun orangnya, dari nagari atau kecamatan manapun mereka berasal bukanlah persoalan. Komitmen yang harus dibangun adalah kecintaan mereka, loyalitas mereka dan partisipasi mereka nanti jika terpilih menjadi anggota DPR RI untuk membangun Luak Nan Tuo.

Potensi untuk membangun Luak Nan Tuo di DPR RI tersebut ada! Buktinya, sudah ada beberapa figur terbaik dari Luak Nan Tuo yang sudah mulai “manjua galeh” atau “mangirai bulu” untuk ancang ancang ke DPR RI. Sosialisasi sudah mulai dilakukan baik berupa baliho, spanduk, kegiatan, dll. Dan tidak tertutup kemungkinan bakal calon tersebut akan bertambah sampai penetapan Daftar Calon Tetap nantinya di Partai Politik.

Baca Juga :  Babak Baru Sengketa Pemilik Lahan dengan Pemkab Tanah Datar: Ingkar Janji, Hutang dan Good Will

Tanah Datar sedang terpuruk? Ya, di berbagai bidang masih ketinggalan dan perlu keseriusan dan kerjasama yang baik untuk membangunnya meskipun di sebagian kecil bidang tertentu sudah ada yang maju. Sudah lebih satu setengah tahun Era Baru berkuasa, belum juga ada tanda tanda dana dari pusat yang “agak gelondongan” masuk ke Tanah Datar. Kesuksesan pembangunan di Luak Nan Tuo bukanlah ditumpangkan kepada bupati saja, tapi bupati sangat menentukan. Anggukan dan gelengan seorang bupati sangat berpengaruh terhadap kemajuan daerah.

Jadi, tidak cukuplah seorang bupati mengangguk dan menggeleng saja. Membangun sinergi dengan seluruh stakeholder sangat penting. Kalau terlalu susah berurusan ke DPR RI misalnya, ya kita jadikan salah seorang putra terbaik Luak Nan Tuo menjadi anggota DPR RI.

Pepatah Minang mengatakan, kok sasek di tangah jalan, babaliak ka Pangka jalan, kok takuik di ujuang badia, babaliak ka Pangka Badia. Nan sakik nan diubek, nan gata nan kadigauik”.

Tentu upaya ini tidaklah mudah karena untuk menjadi anggota DPR RI harus memiliki modal: modal sosial, finansial, jaringan, tim yang solid, loyalitas dan royalitas dan tentunya mau mengerti dengan kondisi keadaan dan kebutuhan masyarakat. Janganlah menjadi calon hanya untuk kepentingan partai saja, kelompok saja, atau hanya karena ingin coba coba saja. Tantangan untuk melawan incumben juga cukup berat. Sebaiknya sebelum maju, tapuak dado, tanyo salero.

Solusi yang bisa kita tempuh saat ini tentu kita harus merapatkan barisan untuk menuju satu tujuan. Buatlah muzakarah politik oleh seluruh stakeholder di Tanah Datar. Rencanakan, sepakati, kerjakan! Buktikan kalau kita dan calon calon tersebut cinta dengan Tanah Datar. (*)

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600