Opini  

Memaknai Kunjungan Richi Aprian ke Rumah Gadang Tuanku Lintau

Opini Oleh: Muhammad Intania, SH
Sekretaris LBH Pusako

Pada hari Jum’at, 16 September 2022, Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, SH, MH beserta tim telah melakukan serangkaian kegiatan di kenagarian Tapi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara. Tercatat kegiatannya antara lain kunjungan lapangan terkait keluhan 13 kelompok tani untuk solusi masalah irigasi dan memaksimalkan pengolahan pupuk organik.

Kemudian sholat Jum’at di Mesjid Nurul Yakin Kajai, mengunjungi Panti Asuhan Aisyiah Tapi Selo, mengunjungi Rumah Gadang Tuanku Lintau (Rumah Lintau) dan ziarah ke makam mantan Bupati Tanah Datar Alm. Irdinansyah Tarmizi. Mengakhiri kunjungan di Lintau, Richi Aprian, SH. MH masih sempat mengunjungi peternakan kambing Etawa di Nagari Batu Bulek. Sakali marangkuah dayuang, duo tigo pulau talampaui, begitu pepatah Minang mengajarkan.

Secara kuantitatif dan secara kualitatif, kunjungan sehari Wakil Bupati Richi Aprian, SH, MH ke ranah Lintau Buo Utara ini patut diberikan apresiasi. Beliau dinanti, tempat mengadu dan tempat berbagi masalah bagi masyarakat. Tak ada kusut yang tak selesai!

Banyak jurnalis dan humas yang sudah mempublikasikan rangkaian kunjungan ke Lintau Buo Utara di atas. Namun kami melihat ada satu hal menarik yang bisa diulas untuk diketahui publik, yaitu perihal kunjungan Wakil Bupati Richi Aprian, SH, MH dan tim ke Rumah Gadang Tuanku Lintau. Sebuah Rumah Gadang bersejarah yang memiliki nilai historis dan filosofis yang menyiratkan banyak makna. Konon, dari Rumah Gadang inilah banyak turun calon calon manusia terbaik untuk menjadi tokoh publik. Mudah mudahan ini starting point yang baik pula untuk seorang Richi Aprian kedepan.

Tuanku Lintau adalah salah seorang panglima Kaum Padri dalam Perang Padri / Paderi. Beliau adalah pejuang agama dan adat yang memulai pergerakan sekitar tahun 1810 M. Berkat ketegasan dan perjuangan Tuanku Lintau terciptalah kedamaian yang melahirkan satu filosofi adat, yaitu “Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah” dan dikenal dengan sebutan Sumpah Sati Bukik Marapalam yang dilaksanakan di Puncak Pato, Nagari Batu Bulek.

Baca Juga :  Lapangan Cindua Mato, Riwayatmu Kini

Pewaris Tuan Lintau, YH Dt. Jindo Besar dan keluarga besar serta masyarakat Tapi Selo menyambut hangat kunjungan Wakil Bupati Richi Aprian, SH, MH ketika menaiki Rumah Gadang Tuanku Lintau. Masyarakat merasa terhormat dikunjungi oleh seorang pemimpin daerah yang sangat dekat dengan masyarakat serta jauh dari kesan protokoler yang ribet. Masyarakat Tapi Selo merasa mendapatkan sosok pimpinan yang dapat menyejukkan sekaligus memberi solusi.

Di dalam Rumah Gadang Tuanku Lintau, YH Dt. Jindo Besar mempersilahkan Richi Aprian, SH, MH untuk memegang aneka benda pusaka peninggalan Alm. Tuanku Lintau sambil memberikan informasi seputar sejarah benda benda pusaka tersebut kepada Richi Aprian, SH. MH.

Tidak banyak tamu / tokoh yang dipersilahkan oleh Keluarga Pewaris Tuanku Lintau untuk memegang benda benda pusaka tersebut. Menurut YH. Dt. Jindo Besar, dengan dipersilahkannya untuk memegang benda pusaka tersebut adalah sebagai tanda penghormatan dan adanya rasa ikatan batin yang kuat untuk menjalin hubungan kekeluargaan dengan Richi Aprian, SH. MH.

Dalam keterangannya, YH Dt. Jindo Besar mengharapkan agar Wakil Bupati Richi Aprian, SH, MH bisa menyelesaikan tugas tugas beliau bersama Bupati Eka Putra, SE, MM sampai tahun 2024. Dengan kesuksesan duet ini dalam menyelesaikan tugas kedaerahannya maka kami berharap Richi Aprian, SH, MH dapat melanjutkan kepemimpinan berikutnya.

Melanjutkan kepemimpinan yang dimaksud bisa bermakna ganda. Pertama, lanjut bersama Eka Putra masih dengan jargon Era Baru. Kedua, lanjut mengambil alih kemudi dengan jargon yang berbeda. Bisa saja. Sakali aia gadang, sakali tapian baraliah. Semua bisa terjadi. Tak satupun yang bisa menebak dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Manusia hanya bisa menerka dan menganalisa sesuai dengan fakta. (*)

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600