Opini  

Melihat Barang Barang Koleksi Museum Istano Pagaruyung

Opini Oleh: Kasdi Ray, SH

Mujur sepanjang hari, malang sekejap mata, peristiwa itulah yang terjadi pada museum Istano Basa Pagaruyung beberapa tahun yang lalu. Sapanjan mujua, ado juo malangnyo, sapanjang malang, Ado juo mujuanyo, begitu kata bijak Minangkabau mengatakan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Istano Basa Pagaruyung terbakar pada Februari 2007 silam. Sebanyak 79 benda pusaka bersejarah koleksi Museum Istana Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, berhasil diselamatkan dari amukan api saat kebakaran melanda bangunan istana itu.
Benda-benda bersejarah bernilai tinggi itu kini diamankan di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Batusangkar.

Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh bangunan istana dan satu rangkiang (lumbung padi) habis terbakar termasuk sejumlah dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah turut musnah. Minangkabau kehilangan arsip dan bukti peradaban manusia yang pernah ada.

Sedangkan benda-benda pusaka yang berhasil diselamatkan meliputi canang (6 buah), gong (1), talempong (2), pot bunga tembaga (1), tempat sirih (2 set), ceret tembaga (2), wadah tertutup (tempat buang air ludah) ukuran besar (1) dan ukuran kecil (1).

Lalu, ada pula guci (9), piring (3), mangkok tertutup (2), mangkok terbuka besar (1) dan mangkok terbuka kecil (1), teko (1), penutup mangkok (1), botol minuman keras (1), guci kuning besar (1), gong besar (1), gong kecil tali hitam (2).

Selanjutnya, masih bisa dijumpai meriam tanpa moncong (1), guci tembaga (1), tempayan (4), tempayan pecahan dua keping (1), dulang kayu (1), carano perak (1) dan belango tembaga (2), guci pecahan delapan keping (1).

Selain itu juga terselamatkan, lukisan Tuanku Yang Dipertuan Alam Bagagarsyah Johan Berdaulat (1), keris dan wadahnya (7), keris berbentuk tombak panjang (1), tombak bahan tanduk (1) dan tongkat kayu (1). Selain itu, keris tanpa wadah (2).

Baca Juga :  Pentingnya Pengelolaan TBM Berbasis Kultural

Termasuk yang berhasil selamat dari amukan api yaitu, tempat kapur sirih (soda) bahan kuningan (1), kotak kayu berukir bunga-bungaan tanpa isi (1), keris panjang tanpa wadah (1), keris dengan wadah (1), keris tanpa wadah dan tangkai (1), cepu dengan anak gantungan (1) dan cap berbentuk bulat tanpa tangkai (1).

Akibat kebakaran itu sekitar 35 persen dokumen dan benda-benda bersejarah koleksi Museum Istana Basa Pagaruyung tidak bisa diselamatkan. Musnah dilalap si jago merah ketika itu. Hanya untaian air mata yang mengirimi kehilangan nya.

Sedangkan 65 persen benda dan dokumen bersejarah koleksi istana bisa diselamatkan. Kendati pada umumnya yang selamat bahannya dari perunggu, keramik dan talam. Inilah mungkin yang bisa kita katakan “mujurnya” dari peristiwa kebakaran tersebut.

Semua barang barang peninggalan yang tersisa itu sudah dibersihkan, didata, dibuatkan tempatnya yang layak sehingga masih bisa dilihat oleh pengunjung yang datang ke museum Istano Pagaruyung.

Bagi pengunjung yang ingin datang berwisata sejarah dan budaya, Museum Istano Basa siap menanti.

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600