LPPM Unand Serahkan Contoh Design Motif Batik ke Dekranasda Sijunjung

  • Bagikan
banner 468x60

Sijunjung, Jurnal Minang. Com. News&Web TV. Menindaklanjuti hasil penelitian Pramono (Filolog Universitas Andalas) tentang khazanah manuskrip di Kabupaten Sijunjung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung mengadakan Seminar Sehari Kebudayaan di Balairung Lansek Manih di Muaro Sijunjung, Kamis 24 Juni 2021.

Dalam kegiatan ini juga diserahkan beberapa contoh desain motif batik yang berasal dari pengembangan iluminasi (ragam hias) manuskrip yang terdapat di Surau Calau dan Surau Simaung. Beberapa contoh desain motif batik itu diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Sijunjung.

banner 336x280

Menurut Pramono, kajian dan pengembangan khazanah manuskrip koleksi kedua surau tersebut dilakukan atas program Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas. Sejauh ini, pihak LPPM sudah mendaftarkan hak cipta atas desain motif batik berbasis iluminasi manuskrip Sijunjung sebanyak 40 (empat puluh) disain.

Seminar yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sijunjung, Iraddatilla, S.Pt., diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat luas terhadap warisan budaya di Sijunjung. “Melalui seminar ini diharapkan akan tercipta ekosistem masyarakat yang mencintai warisan budaya. Dan, tentu saja akan memunculkan ide-ide pengembangan warisan budaya, khususnya khazanah manuskrip untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Iraddatilla dalam sambutannya.

Disampaikan oleh Pramono bahwa potensi khazanah manuskrip di Sijunjung sangat besar untuk dikembangkan. Selain keragaman teks yang terkandung di dalam manuskrip di Sijunjung, juga ditemukan puluhan iluminasi (ragam hias) yang beragam dan indah. Melalui puluhan ragam hias yang ditemukan, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi seratusan desain motif batik.

“Seandainya desain ini diproduksi menjadi kain batik, maka dapat dijadikan oleh-oleh khas ribuan penziarah yang datang ke Surau Calau dan Surau Simaung”, kata Paramono dalam penyampaian materinya.

Melihat potensi khazanah manuskrip di Sijunjung, maka khazanah manuskrip itu perlu diselamatkan, dilestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kehidupan masa sekarang. Potensi ini didukung dengan era industri kreatif yang sedang berlangsung sekarang. Era industri kreatif membuka peluang warisan budaya (termasuk manuskrip) menjadi mata tambang baru yang dapat digali untuk kesejahteraan masyarakat. (Red.Jm).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan