News  

Leonard Mario, Sosok Petani Penuh Inovasi dari Nagari Labuah, Tanah Datar

Tanah Datar, Jurnalminang.com. News&Web TV. Leonard Mario, lebih akrab dipanggil Rio adalah sosok pemuda petani berwawasan terbuka yang senantiasa siap menerima informasi dan teknologi pertanian untuk dipraktekkan. Dia berdomisili di Jorong Rumah XX, Nagari Labuah Kecamatan Lima Kaum sejak tahun 2017.

Beristrikan warga asli Labuah dan sudah dikaruniai dengan 3 orang anak. Pemuda yang besar dirantau ini akhirnya memutuskan untuk berkarir menekuni bidang pertanian di kampung halaman istrinya tersebut sejak akhir tahun 2018.

Bermula dari ikut Bimbingan Teknis Pengembangan Sayuran Bagi Petani dan Petugas Lapangan yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat di Bandar Buat pada 4 s/d 6 Desember 2018, Mario termotivasi untuk menekuni dunia pertanian dan merealisasikan ilmu yang diperoleh di kampung halaman istrinya.

Berbekal ilmu dan pengalaman kerja selama di rantau dan dikombinasikan dengan kondisi iklim dan geografis alam nagari Labuah yang mendukung. Mario merintis langkah pertama dengan bercocok tanam bawang putih yang kala itu masih asing dikerjakan oleh petani di Labuah. Kemudian dilanjutkan dengan program pengembangan bawang merah SS Sakato dari Solok Selatan pada tahun 2019.

Langkah ini cukup menuai sukses dan akhirnya menjadi perbincangan masyarakat serta dilirik oleh pegawai Dinas Pangan dan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar.

Saat ini, melalui Kelompok Tani Sirona, Nagari Labuah, Mario dipercaya untuk mengembangkan bawang merah unggulan varietas Sumbu (Sungai Jambu) Merapi yang ditangkar dari Dinas Pertanian Bidang Holtikultura Kabupaten Tanah Datar sebanyak 1 (satu) ton bibit untuk dikembangkan / ditangkarkan menjadi bibit-bibit baru unggulan Sumbu Merapi agar nantinya bisa dikembang-biakkan oleh para petani bawang merah di Kabupaten Tanah Datar.

Baca Juga :  Dharmasraya Berduka, Wabup Dasril Panin Datuak Labuan Meninggal Dunia

Dengan basis lahan seluas sekitar 1 (satu) HA, telah mulai ditanam bawang merah varietas Sumbu Merapi ini secara bertingkat. Tujuannya agar pada masa tanam pertama dapat dievaluasi plus minus pertumbuhan bawang merah tersebut agar didapat kesimpulan bagaimana cara penanganan yang ideal untuk tanaman bawang merah Sumbu Merapi tersebut.

Telah dilakukan penanaman perdana pada tanggal 20 Agustus 2021 pada ketinggian sekitar 958 meter diatas permukaan laut dengan perkiraan panen pada akhir Oktober 2021 atau awal November 2021 karena mau dijadikan bibit kembali dengan usia panen lebih panjang.

Menurut Leonard Mario, potensi bawang merah dari Kabupaten Tanah Datar sangat menjanjikan karena iklimnya yang sangat cocok untuk bercocok tanam tanaman ini. Namun dukungan Pemerintah yang berkelanjutan untuk pemasaran dan menjaga kestabilan harga sangat diperlukan, khususnya dengan membuka  pasar baru antar kota / antar provinsi khususnya ke Pekanbaru dan beberapa provinsi tetangga.

Leonard Mario juga berharap agar para pemegang kepentingan seperti jajaran Pemerintah Kabupaten dan para Wakil Rakyat senantiasa turun ke lapangan secara berkala untuk mengetahui secara langsung kondisi riil di lapangan untuk mencari solusi dan strategi bagi kelancaran usaha pertanian dan peningkatan ekonomi petani. (MI/Red.Jm).

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600