Kredibilitas Manajemen RSUD Padang Panjang Dipertanyakan

Padang Panjang, jurnalminang.com. Munculnya pemberitaan bahwa 13 orang petugas di RSUD Padang Panjang positif Corona (30/04/2020) membuat banyak pihak terkesima bagaikan disambar petir di siang bolong. Mengapa tidak, RSUD Padang Panjang yang terkenal baik dan profesional dalam pelayanan itu ternyata kurang ketat dalam upaya penanggulangan covid-19. Menurut pantauan media ini di lapangan seluruh pihak terkait di kota Padang Panjang serius melakukan upaya pencegahan covid-19 seperti pemeriksaan di batas kota, penyemprotan disinfektan di area publik serta edukasi dari berbagai pihak. Semua sepertinya berjalan baik.

Tapi RSUD yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat terkesan kurang teliti dalam menjaga pegawainya. “Kalau manajemen RSUD melakukan SOP yang ketat serta kepedulian terhadap pegawainya tentu wabah covid-19 ini tidak akan menyerang petugasnya. Mungkin ada prosedur yang dilanggar” ungkap seorang pemerhati kebijakan publik berinisial SY ketika dihubungi media ini. Jika petugas rumah sakit saling berkoordinasi tentu kejadian ini tidak akan separah ini. Berarti mereka belum bisa atau tidak mengetahui ciri-ciri pasien yang terinfeksi Corona sehingga 13 orang petugasnya terinfeksi pula.

Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran mestinya melekukan evaluasi terhadap manajemen RSUD ini. Dengan kejadian ini semua masyarakat Padang Panjang menjadi was was. Meskipun sudah dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap seluruh petugas RSUD pada Jumat, 01-05-2020 namun hasil nya belum keluar. “Kita tidak bisa membayangkan jika separuh petugas RSUD Padang Panjang terinfeksi covid- 19” kata H.Zal yang juga tokoh masyarakat Padang Panjang dan pernah duduk di parlemen. Kalau memang banyak petugas yang terinfeksi Corona tentu RSUD akan ditutup untuk sementara. Kemana masyarakat akan berobat? Tentu puskesmas pilihan nya.

Baca Juga :  Tanah Datar Sukses Jadi Salah Satu 'KaTa Kreatif' Indonesia

Dengan adanya kejadian seperti ini tentu semua pihak harus melakukan evaluasi terhadap seluruh kebijakan penanggulangan covid-19 di kota Serambi Mekah ini. Mengurus kota kecil yang hanya dua kecamatan itu tentu tidak sesulit mengurus daerah yang lebih luas dan penduduk nya banyak. (IMB).

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600