Koalisi Poros Baru untuk Gubernur Sumbar

  • Bagikan
banner 468x60

Tanah Datar, JurnalMinang.com. Dinamika politik untuk balongub Sumatera Barat semakin tinggi dan semakin memunculkan inovasi koalisi. Meskipun sudah ada tiga pasang balongub dari koalisi partai seperti Nasrul Abit dengan Indra Catri, Mulyadi dengan Ali Mukhni serta Mahyeldi dengan Audy Joynaldi namun keterwakilan partai lain seperti Golkar, PDIP, Nasdem dan PKB belum terakomodir. Di tengah situasi seperti itu muncul ide baru untuk membentuk koalisi “Poros Baru” dari beberapa petinggi partai serta pemain politik di Sumatra Barat.

Menyikapi hal tersebut media ini sempat berdiskusi dengan salah seorang balongub yang memiliki potensi besar untuk didukung oleh Poros Baru ini yaitu M. Sadig Pasadigoe pada Minggu sore, tgl 2 Agustus 2020 di sebuah cafe di kota Batusangkar. “Jika tidak ada aral melintang mungkin hari Selasa Minggu ini Poros Baru akan membuka pendaftaran balongub dan balon wagub Sumatera Barat di sebuah tempat yang dianggap netral di kota Padang” ungkap Sadiq Pasadigoe. Banyak pihak berharap agar Poros Baru ini bisa mewakili kepentingan partai serta kepentingan masyarakat yang mempercayakan suaranya kepada empat partai yang ada di Poros Baru tersebut.

banner 336x280

Tentu kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh berbagai balongub yang belum dapat partai maupun yang gagal dalam calon independen seperti Fachrizal dan Genius Umar. “Semuanya berpeluang untuk mendapat kereta Poros Baru ini” ucap Sadiq yang cukup diharapkan banyak pihak bisa bertarung dalam percaturan politik di Sumatera Barat. Para inisiator Poros Baru ini akan menjaring serta menyeleksi para balongub yang mendaftar sehingga mendapatkan calon yang benar benar kualified.

Koalisi diluar Poros Baru ini sudah tercipta namun ada yang merasa “tidak nyaman” karena seolah olah para balongub tersebut dipaksa menerima pinangan sesuai kehendak petinggi partai. Para balon tersebut tidak bisa berkata banyak karena mereka juga harus patuh pada aturan partai pengusung. Skenario politik serta keterwakilan wilayah masing-masing calon kadang-kadang tidak menjadi perhatian. Bakal calon yang potensial sekalipun bisa tersungkur hanya karena tidak memiliki rekomendasi dari partai politik dan tidak memiliki kemampuan finansial yang memadai.

Baca Juga :  Mengenal Tradisi "Kadaghek"

Semoga saja Poros Baru ini menjadi sebuah koalisi gendut bagaikan sebuah angkutan masal yang bisa membawa suara masyarakat serta kepentingan yang tercecer. Jangan sampai masyarakat selalu dipaksa memilih tawaran yang dihidangkan oleh partai politik tertentu saja. (red. jm).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan