News  

Koalisi Demokrat dan PKS Mulai Mengerucut untuk Pilkada Tanah Datar

Tanah Datar, Jurnalminang.com. Meskipun Pilkada serentak diundur sampai tgl 9 Desember 2020 namun perjuangan masing-masing partai untuk menjalin dan memfinalkan koalisi sesama partai pendukung cabup/cawabup tiada henti. Begitu juga dengan partai Demokrat kabupaten Tanah Datar yang ingin mengusung seorang tokoh muda Lintau yang sudah biasa bermain di kancah nasional Eka Putra, SE. Sosok pengusaha muda yang juga pengurus DPP Demokrat ini ingin mengabdi di Tanah Datar dan maju menjadi calon Bupati Tanah Datar. Dukungan dari masyarakat Lintau untuk Eka Putra semakin bulat pasca mundurnya Irdinansyah Tarmizi dari bursa pencalonan bupati.

Namun untuk maju menjadi cabup di Tanah Datar harus memiliki minimal tujuh kursi di DPRD sedangkan Demokrat hanya meraih empat kursi pada Pileg tahun lalu. Untuk mencapai tujuan tersebut para elit Demokrat menjalin silaturahmi dan negosiasi politik dengan elit partai PKS pada hari Rabu, 20 Mei 2020 yang dihadiri oleh pengurus partai masing-masing dan beberapa tokoh masyarakat dan Pimpinan Ormas dari berbagai daerah di Tanah Datar. Dalam pertemuan tersebut PKS menyatakan siap untuk berkoalisi dengan Demokrat karena memiliki kesamaan visi yaitu memperbaiki Tanah Datar ke arah yang lebih baik. PKS sebagai partai peraih kursi terbanyak kedua pada pileg th lalu yang memperoleh lima kursi di DPRD Tanah Datar memiliki basis pemilih yang jelas, kader yang militan yang siap menjadi eksekutor pada pilkada nanti. “PKS tak obahnya bagaikan gadis molek nan elok di persimpangan yang banyak menarik peminat untuk meminangnya” ucap Dedi yang juga pengurus ormas yang dimintai pendapat setelah pertemuan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan awal yaitu sama sama siap untuk berkoalisi, calon dari PKS yang akan diusung mendampingi Eka Putra masih dinamis meskipun sudah ada kader PKS yang mulai bersosialisasi.  Yang menarik pada pertemuan ini adalah PKS meskipun memiliki lebih banyak kursi daripada partai Demokrat secara legowo bersedia menjadi wakil bupati. Salah seorang presidium KAHMI yang hadir pada pertemuan tersebut memuji sikap PKS yang tidak ambisius tersebut, lebih mementingkan kepentingan daerah dan masyarakat, mau berkoalisi dan negosiasi demi Tanah Datar kedepan. “Jika koalisi ini terwujud dalam waktu dekat insya Allah pemenang pilkada nya koalisi Demokrat dan PKS ini” ucap mantan pengurus PB HMI ini. 

Baca Juga :  Ratusan Tokoh Masyarakat Saksikan Pelantikan Bupati Tanah Datar Hari Ini

Kalau dilihat secara politik, koalisi Demokrat dan PKS ini memiliki keunggulan. Dari segi keterwakilan wilayah misalnya, Eka Putra dari Timur dan PKS akan mengusung kader terbaik PKS yang berasal dari wilayah Barat (Pariangan, Batipuah dan X koto). Meskipun ada calon calon lain muncul dari wilayah Barat dari luar PKS tetapi sebagian besar sudah mulai tenggelam sebelum bertanding karena banyak diantara calon tersebut yang tidak berbasis partai. Yang bertahan sekarang adalah calon calon yang memiliki basis partai yang jelas.

Berbagai aliansi masyarakat adat dan ormas dari wilayah Barat yang hadir pada pertemuan tersebut sudah bersepakat bahwa siapapun yang akan maju pada Pilkada Tanah Datar harus menggandeng calon dari wilayah Barat baik untuk Bupati ataupun untuk wakil Bupati karena jumlah pemilih dari wilayah Barat melebihi pemilih dari Lintau Buo dan Lintau Buo Utara sekalipun.

Kini masyarakat Tanah Datar menunggu koalisi ini segera terwujud sehingga Tanah Datar memiliki pemimpin yang benar benar dapat memajukan Tanah Datar kedepan. Dalam penutup pertemuan ini, Romi sebagai Sekretaris Demokrat berterima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan menyatakan akan melanjutkan koalisi ini ke tingkat DPP. (ADM)

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600