News

Kelompok Cipayung Plus Tolak UU Cipta Kerja

Padang, JurnalMinang.Com. Kelompok Cipayung Plus di Kota Padang yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi pergerakan mahasiswa memberikan pernyataan tertulis terhadap UU tersebut tgl 7 Oktober 2020.

Surat yang ditandatangani oleh enam organisasi yaitu HMI, GMNI, PMII, PMKRI, IMM dan GMKI menyatakan bahwa pertama, menolak disahkannya RUU omnibus law Cipta Kerja karena menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dengan banyaknya poin poin yang kontroversial.

Kedua, mengecam keras disahkannya Omni bus Law RUU Cipta Kerja di tengah pandemi covid-19 yang semakin meningkat. Ketiga, mendesak pemerintah untuk fokus terhadap penanganan pandemi covid-19 dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Surat Pernyataan itu ditandatangani oleh keenam organisasi kemahasiswaan tersebut dan dibubuhi stempel resmi organisasi. Artinya keenam organisasi tersebut sepakat untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja.

Menanggapi hal ini, mantan Ketua Cabang GMNI yang kini sudah menjadi politisi Bung Dian menyatakan bahwa surat pernyataan ini perlu kita apresiasi. “Ini adalah sikap nasionalisme serta bentuk perjuangan adik adik yang masih peduli dengan nasib bangsa ini” ujar Dian yang merupakan alumni Ilmu Politik Unand ketika diskusi dengan media JurnalMinang.com. pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Kini aksi penolakan UU Cipta Kerja tersebut sudah meluas di berbagai daerah di Indonesia. Tentu Pemerintah harus menyikapi ini dengan serius sehingga tidak terjadi hal hal yang kurang baik untuk masyarakat dan bangsa ini. (Red.Jm).

Related posts

Club Hyundai Chapter Tanah Datar Segera Dideklarasikan

Admin Jurnal Minang

Gerindra Tanah Datar Akan Miliki Ketua Baru

Admin Jurnal Minang

Koalisi Kerakyatan Siap Usung HRD dan Maswardi

Admin Jurnal Minang

Leave a Comment