News  

Kecelakaan di Daerah Kelok Sikumbang, Batipuah Ateh

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Kawasan Kelok Sikumbang memang dikenal angker bagi para pengemudi, selalu menjadi kecemasan pengguna jalan provinsi di jalur Padang Panjang-Batusangkar ini. Seringnya terjadi kecelakaan kendaraan bermotor di kawasan Kelok Sikumbang, sudah lama pula menjadi cerita warga setempat.

Masyarakat Nagari Batipuah Ateh mengaku amat prihatin dengan realitas itu. Sudah terlalu banyak kendaraan yang mengalami kecelakaan. Tanpa diduga seakan akan di daerah yang berada dalam wilayah nagari mereka ada yang menarik kemudi ke luar jalur aspal.

“Kawasan Kelok Sikumbang ini sudah banyak makan korban. Guna menghindari bencana yang timbul sebaiknya pemerintah daerah membangun jalan alternatif. Disamping dapat meminimalisir musibah, jalan alteratif tentu akan membangkitkan perekonomian masyarakat,” kata pemuka masyarakat Batipuah Ateh A. Dt. Sinaro Alam Nan Putiah, kepada media

Belum lagi berhasil diangkat mobil yang kecelakaan pertama, sudah jatuh pula mobil kedua. Peristiwa seperti itu, sebelumnya juga sudah kerap terjadi. Dua mobil atau lebih mengalami kecelakaan dalam rentang waktu berdekatan, khususnya di jalan provinsi dalam wilayah Nagari Batipuah Ateh ini.

Mencermati foto yang diposting, terlihat dua unit mobil tergeletak di halaman rumah masyarakat. Mobil berwarna putih terbalik, sedangkan yang berwarna hitam terlihat rebah kuda. Belum diperoleh informasi apakah ada korban jiwa pada kejadian itu. Jalan raya berada pada ketinggian sekitar lima meter dari rumah warga yang nyaris tertimpa kedua kendaraan yang mengalami musibah itu.

Ruas jalan raya sepanjang lebih kurang lima kilometer, sejak dari Mapolsek Batipuah hingga batas Nagari Sabu, memang rawan kecelakaan lalu lintas. Daerah itu biasa dikenal dengan sebutan Kawasan Kelok Sikumbang. Sudah tak terbilang lagi jumlah kendaraan yang terperosok dan terjun ke jurang di kawasan tersebut, namun belum ada penjelasan metafisis dan ilmiah, terkait penyebab rawannya kecelakaan di situ.

Baca Juga :  Dua orang Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar Ikuti KKN KNMB di Papua

Sementara Basrizal Dt. Penghulu Basa menyatakan, banyaknya peristiwa kecelakaan tunggal di kawasan Kelok Sikumbang, sejak dari depan Mapolsek Batipuah hingga Sungai Ungkang, tidak terlepas dari kemungkinan adanya unsur-unsur ghaib.

“Ini jelas bukan faktor teknis jalan dan kendaraan serta human error semata. Berkemungkinan ada faktor lain yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Testimoni para sopir yang pernah mengalami kecelakaan di sini meyakinkan kita, ada hal-hal ghaib yang mereka alami di luar alam sadarnya,” ujar beliau.

Dt. Penghulu Basa menjelaskan, sebagai umat Islam kita percaya adanya hal-hal ghaib. Untuk itu, sarannya, sebaiknya para sopir dan penumpang menyucikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah ketika akan melewati lintasan di kawasan Kelok Sikumbang tersebut.

“Pastikan kita dalam keadaan berwudhuk dan selalu berzikir ketika mengemudikan kendaraan. Khusus untuk Kawasan Kelok Sikumbang, kapan paralu mandoa basamo wak di situ, bantai gai kambiang (kapan perlu berdoa bersama kita di kawasan itu, jangan lupa pula memotong kambing),” terangnya.

Mak Basa, warga Jorong Subarang Nagari Batipuah Ateh mengakui, kawasan tersebut memang rawan kecelakaan. Selain kondisi jalan yang licin, menanjak dan banyak tikungan, pagar pengaman dan penerangan jalan juga terbilang minim. “Sudah banyak kendaraan yang celaka di sini,” ujarnya.

Menurutnya, cerita mistis banyak  beredar dari mulut ke mulut terkait peristiwa kecelakaan di Kelok Sikumbang. Umumnya, ujar dia, pengemudi yang pernah mengalami masalah di kawasan ini mengaku, sesaat sebelum kejadian pikiran mereka terasa kosong dan setir mobil seakan-akan terkunci sehingga terjadilah musibah yang tidak diinginkan. (KD/Red.Jm)

Print Friendly, PDF & Email