Keadilan itu Hanya di Pengadilan Tinggi

  • Bagikan
banner 468x60

Tanah Datar, JurnalMinang.Com. Bukan tidak ada keadilan di Bumi ini. Tidak ditemui di Pengadilan Negeri, dicari ke Pengadilan Tinggi. Begitu antara lain dikatakan Joni Yuskal (34) dengan Adrimelyanti (33) dalam kesempatan ngomong-ngomong dengan Jurnal-minang.Com News & Web TV di Batusangkar, Selasa (29/9).

Joni Yuskal yang berpanggilan akrab KAl itu dengan Adrimelyanti yang biasa dihimbau oleh warga Koto Alam Tabek Patah Kec. Salimpaung Melie menjelaskan. Kami digugat oleh Rafimen bersama anak-anaknya ke Pengadilan Negeri. Gugatan itu atas setumpak sawah yang terletak di Jorong Koto Alam Nagari Tabek Patah.

banner 336x280

Sawah itu semulanya dibeli oleh Mamak kami Jamarin bersama ibunya Kian dan Mamak kami Nurman th 1983. Waktu itu Mamak kami Jamarin masih lajang, belum lagi menikah dengan Rafimen. Tahun 1985 baru Mamak kami menikah dengan Rafimen. Pada th 2016 Mamak kami itu mensertifikatkan sawah itu atas namanya, namun dikatakanya, sawah ini tidak boleh berpindah tangan kepada pihak lain. Memang sampai Mamak kami itu meninggal dunia th 2018 tidak pernah sawah itu diberikan kepada isteri dan anak-anaknya.

Tahu-tahu, setahun setelah Mamak kami meninggal atau th 2019 Rafimen bersama anak-anaknya tanpa sepengetahuan kami mencantumkan namanya dalam sertifikat 00470 itu sebagai ahli waris dari Mamak kami itu.

Untuk mengambil sawah tersebut atas dasar itu kami digugat ke Pengadilan Negeri Ba.tusangkar. Di Pengadilan Negeri Batusangkar perkara dibawah No.4/Pdt.G-2020 itu disidangkan oleh Majelis Hakim yang diketuai Radius Chandra, S.H,. M.H. dengan hakim anggota Meri Yanti S.H,.M.H dan Rofi Haryanto, S.H dan dibantu oleh Panitera Pangganti Eliza Fitria, S.H.

Dalam proses persidangan para saksi meguatkan bantahan kami, bahwa sawah itu dibeli tahun 1983 kepada Laji Dt.Muncak oleh 3 orang tersebut. Jamarin kawin dengan Rafimen tahun 1985 yang selama hidupnya Jamarin tidak pernah didengar memberikan sawah itu kepada anak dan isterinya. 

Baca Juga :  Sikap Bijak PDIP Sumbar Terkait Ucapan Puan

Bahkan tidak pula pernah mendengar isteri dan anak-anak Jamarin menjadi ahliwaris atas sawah yang diperkarakan itu. Apalagi pencantuman nama isteri dan anak-anak almarhum sebagai ahli waris pada sertifikat itu semasa hidup almarhum Jamarin.

Namun anehnya Majelis Hakim memenangkan para Penggugat, jelas tergugat yang beradik bakakak itu sambil tersenyum manis. Menurut para Tergugat lagi, diduga pihak Penggugat terlihat dekat dengan Panitera. Oleh sebab itu kami mencari keadilan ke Pengadilan Tinggi Sumatera di Padang.

Di Pengadilan Tinggi perkara kami diproses oleh Majelis Hakim H.Ramli Darasah, S.H,. M.Hum dengan hakim angota Zainal Abidin Hasibuan, S.H dan H.Yulman, S.H,.M.H dibantu Pa nitera Pengganti Lely Devita Roza, S.H,.M.H. Begitu yang tertulis dalam putusan Pengadilan Tinggi dibawah No.148/PDT/2020/PT.PDG, jelas ibu rumah tangga dan mantan sopir itu.

Memang itulah Majelis Hakim yang menunjukan keadilan ungkap Kal dengan Melie. Karena itu kurang tepat orang yang mengatakan, dimana ada keadilan di Bumi ini. Sehubungan dengan pengacaranya Tergugat yang menang pada Pengadilan Tinggi itu St.Syahril Amga Dt.Rajo lndo, S.H,. M.H ketika dihubungi mengatakan, cukup apa yang dikatakan si Kal dan ibu Melie saja. (SA/Red.Jm)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan