News Pendidikan

KANDIDAT REKTOR IAIN BATUSANGKAR YANG DIHARAPKAN PUBLIK

Batusangkar, (Feb 2020). Penjaringan bakal calon rektor IAIN Batusangkar periode 2020 – 2024 menyisakan lima nama yang memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke Kementerian Agama RI untuk dilakukan asesmen berikutnya sebelum ditetapkan oleh Mentri Agama nantinya. Nama-nama tersebut adalah Dr.Adripen, M.Pd., Dr.Akhyar Hanif, MA, Dr.Marjoni Imamora, M.Sc, Dr.Suswati Hendriani, M.Pd dan Dr.Syukri Iska, M.Ag. Semuanya adalah “orang dalam” alias dari kalangan IAIN Batusangkar sendiri.

Tidak ada calon dari pihak eksternal IAIN Batusangkar meskipun panitia penjaringan bakal calon rektor sudah membuka pendaftaran secara luas melalui website.
Menurut wawancara media ini dengan berbagai tokoh masyarakat Tanah Datar serta kalangan akademisi bahwa Rektor IAIN Batusangkar kedepan adalah figur yang bisa membawa IAIN Batusangkar menjadi kampus yang world class university.

Dr. Akhyar Hanif, MA

Salah seorang tokoh masyarakat Tanah Datar, Hamdi berpendapat bahwa rektor IAIN Batusangkar hendaknya bisa bersinergi dengan seluruh stake holders yang ada. Rektor diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah kab. Tanah Datar sehingga kehadiran IAIN dapat berkontribusi terhadap pembangunan Tanah Datar kedepan. “Kalangan kampus harus dilibatkan untuk melakukan kajian-kajian publik di Pemda Tanah Datar,” tambahnya.

Sementara itu, seorang akademisi yang peduli dengan perkembangan kampus yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa rektor IAIN nantinya adalah benar-benar seorang figur yang bisa memanage kampus dengan baik, tidak arogan, mau melibatkan semua pihak sesuai dengan kompetensinya masing-masing serta mau menerima saran dari pihak lain. “networking serta memiliki visi kedepan haruslah dimiliki oleh sang rektor,” imbuhnya.

Dr. Suswati Hendriani, M.Pd

Sayangnya, calon rektor tidak dipilih oleh kalangan kampus melainkan ditetapkan oleh Mentri Agama RI setelah mealui tahapan asesmen di Jakarta nantinya.
Figur-figur baru tentu sangat diharapkan terpilih agar bisa membawa nuansa baru di kalangan akademik. Masalah perbedaan gender seperti ada calon rektor dari kalangan perempuan bukanlah masalah yang urgen. Sudah banyak Rektor di Indonesia yang berasal dari kalangan perempuan.

Isu lokal bahwa rektor harus putra daerah tidaklah relevan karena kampus harus terbuka terhadap seluruh pihak dari daerah manapun.
Dari kalangan politisi berpendapat bahwa rektor IAIN Batusangkar nanti hendaknya bisa melibatkan pihak kampus dalam kajian-kajian politik bukan sebagai pelaku politik praktis apalagi cenderung mendukung satu calon tertentu dari partai tertentu.

Dua diantara Lima Calon Rektor IAIN Batusangkar

IAIN harus membuka diri untuk menjadi fasilitator, mediator dan menjadi pihak yang bisa menjadi tempat berdiskusi politik kedepan. Pihak kampus tidak boleh alergi terhadap dunia politik. Apalagi tahun ini di Tanah Datar akan dilaksanakan Pilkada untuk pemilihan Bupati dan wakil Bupati Tanah Datar, tentu peran IAIN diharapkan sekali namun tetap bersikap netral. (IMB).

Related posts

Turnamen Billiar, Kodim 0306/50 kota Jembatani Pobsi

Admin Jurnal Minang

IAIN Batusangkar Dirikan Dua Posko Pencegahan Covid

Admin Jurnal Minang

Meski “Lockdown” Kampus IAIN Batusangkar Tetap Terpantau

Admin Jurnal Minang

Leave a Comment