News  

Kadis Dikbud Tanah Datar Proses Oknum Pegawainya yang Diduga Mengintimidasi Kuasa Hukum

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Terkait dengan pengaduan Muhammad Intania, SH, Kuasa Hukum dari Ir. Dewi Indah Djuita kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan bernada intimidasi yang dilakukan oleh oknum ASN berinisial “H” di instansi kependidikan ini, maka pada Senin, 20 Juni 2022 telah dilakukan proses tindak lanjut oleh Kadis dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar.

Sebelumnya pada 20 Juni 2022 pagi, Muhammad Intania, SH yang biasa dipanggil Aan kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar di Pagaruyung untuk menindaklanjuti hasil pertemuan hari Jum’at, 17 Juni 2022 menyangkut persoalan tersebut, akan tetapi Kepala Dinas Pendidikan sedang dinas luar ke kecamatan X Koto dan Sekretaris Dinas menghadiri Rakor Virtual di Lima Kaum, dan akan mengabari pada sore hari.

Menurut Riswandi dalam pesan WAnya menyatakan bahwa ia tidak ada menyuruh “H” untuk menghubungi Kuasa Hukum yang menimbulkan dugaan terjadinya perbuatan tidak menyenangkan bernada intimidasi tersebut.

Selanjutnya, Aan mendatangi Inspektorat Kabupaten Tanah Datar untuk berkonsultasi perihal pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan terkait dengan dugaan keterlibatan oknum ASN. Sekretaris Inspektorat menjelaskan dan menyarankan untuk fokus ke masalah disiplin kepegawaian dan mengarahkan untuk berdiskusi lebih lanjut ke Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM).

Staff BKP SDM, Trisna Ningsih, SH memberikan pandangan tentang prosedur pelaporan dugaan pelanggaran Kode Etik & Kode Perilaku oknum ASN di lingkup pemerintahan Kabupaten Tanah Datar jika penyelesaian secara musyawarah menemui jalan buntu.

Sore harinya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Riswandi menyampaikan informasi lewat pesan WA bahwa Kadis dan Sekdis sudah mendengar klarifikasi dari “H” bahwa kejadian beberapa hari lalu itu pada hakekatnya adalah tendensi emosional pribadi ‘H’ yang sudah disadari oleh ‘H’. Oleh karena itu, perlu diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca Juga :  Peduli Covid 19, Ketua DPRD Deni Azra Bagikan Masker

Menanggapi hal tersebut, Aan memberikan apresiasi atas langkah yang ditempuh Kadis dan Sekdis Pendidikan serta menyambut baik proses penyelesaian secara kekeluargaan tersebut dan akan mengatur waktu untuk pertemuan selanjutnya karena besok (Selasa, 21 Juli 2022), Kuasa Hukum ada agenda mengantisipasi timbulnya konflik baru di lingkungan SMPN 2 Batusangkar.

“Kami menghargai segala upaya penyelesaian masalah secara musyawarah terlebih dahulu. Hanya akan menggunakan penyelesaian secara hukum bilamana cara musyawarah terjadi deadlock. Sudah selayaknya lingkup pendidikan khususnya dan lingkup Pemkab Tanah Datar pada umumnya memiliki aparatur yang terdidik dan bermoral serta berintegritas tinggi dan jauh dari gaya mirip preman” ujar Aan menutup pembicaraan dengan media ini. (Red.Jm).

Print Friendly, PDF & Email