Jargon Politik Paslon di Tanah Datar

  • Bagikan
banner 468x60

Tanah Datar, JurnalMinang.Com. Mulai besok Jumat 4 September 2020 pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati dibuka secara resmi di kantor KPU. Segala persyaratan dan ketentuan sudah ditetapkan dalam undang-undang dan peraturan. Yang tidak diatur penetapannya hanyalah jargon pasangan calon masing masing.

Dari berbagai spanduk dan baliho serta di media sosial sudah ada empat pasangan calon yang membuat jargon . Ada yang dari singkatan nama masing-masing, ada yang campuran antara singkatan nama ditambah dengan frasa. Ada yang memakai frasa saja. Yang penting menurut mereka adalah sebuah moto ataupun tagline yang mudah diingat.

banner 336x280

Pertama, DarmaTani adalah sebuah singkatan sekaligus tagline pasangan Zuldafri Darma dengan Sultani. Ini adalah singkatan dari kedua nama balon tersebut. Namun jika dimaknai bisa juga ‘berderma untuk petani.’ Ini adalah jargon yang penuh makna. Tentu tidak mudah menciptakannya. Butuh pemikiran dan diskusi yang matang.

Kedua, Beriman. Singkatan untuk Betty Shadiq Pasadigoe dengan Edytiawarman. (Mungkin ada jargon lain atau tambahan lain). Makna jargon ini cukup menyentuh karena mengandung nilai religius. Mudah diingat publik sehingga pesan politik bisa tersalurkan dengan kata “Beriman” tersebut.

Ketiga, ERA Baru. Campuran antara singkatan nama Eka Putra dengan Richi Aprian. Tetapi ada penambahan kata BARU sehingga maknanya klop juga. Kalau ditafsirkan secara bebas tentu pasangan ini ingin membuat Tanah Datar dengan Era Baru atau sebuah nuansa baru. Mungkinkah baru dalam segala hal? Kitapun belum tahu dengan pasti.

Keempat, Paslon ini masih memakai jargon “Membangun Tanah Datar.” Mungkin ini sementara. Belum ada singkatan nama dari paslon ini. Kalau sekiranya akan memakai singkatan nama juga, misalnya, bisa memakai “JES Mamak Kito” (Jon Enardi dan Syafrudin) Mamak Kito. Kata “Mamak Kito” untuk sebuah penegasan karena keduanya bergelar Datuk yang merupakan gelar pemangku adat.

Baca Juga :  Dukungan untuk Wali Feri Semakin Meluas di Padang Pariaman

Tetapi semuanya terserah paslon untuk membuat jargon apa yang akan dipakai. Namun publik dapat secara bebas pula memaknai jargon yang dibuat oleh paslon tersebut. Kreativitas tim paslon sangat dibutuhkan dalam hal ini sehingga tidak ada yang salah jargon. Jika salah membuat jargon, bisa juga jadi bahan tertawaan atau buly dari netizen. (Red.JM).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan