News  

Istano Basa Pagaruyung dapat Perhatian Khusus dari Gubernur Sumbar untuk Dikembangkan Lagi

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Datar merupakan Destinasi Wisata Unggulan Propinsi Sumatera Barat, sehingga mendapat perhatian khusus oleh Gubernur Sumbar, baik dari pengembangannya maupun dari segi mereview master plan.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar diwakili Kabid Pariwisata Doni Hendra, ketika membuka Sosialisasi Geopark Ranah Minang di Emersia Hotel Batusangkar, Rabu (08/06/2002).

Pariwisata masuk RPJMD (Rencana Pembangun Jangka Menengah Daerah) Propinsi Sumatera Barat dan masuk program unggulan Gubernur. Istano Basa masuk destinasi unggulan, Pemprov membantu pengembangannya, termasuk me-review master plan kawasan istano dengan meningkatkan asas manfaatnya, bekerjasama dengan Pemkab Tanah Datar.

“Bercerita tentang Ranah Minang harus dimulai dari Istano Basa Pagaruyung, karena di samping sudah dijadikan Destinasi Unggulan dan juga menjadi pusat kebudayaan Minang Kabau, sehingga Pemprov Sumbar memprogramkan istano jadi lebih hebat lagi,” kata Doni.

Pariwisata Tanah Datar, bukan hanya Istano Basa, tetapi juga geopark yang akan dikembangkan memiliki nilai tinggi dari sisi geologi, flora, fauna, budaya yang ditatakelola dalam pilar konservasi, edukasi, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kabupaten Tanah Datar juga sudah menjadi wisata minat khusus bagi wisatawan, dimana wisatawan akhir-akhir ini bisa tinggal lebih lama, bukan hanya satu dua hari seperti wisata massal. Kalau minat khusus biasanya bisa sampai tujuh hari, mereka tak menginap di hotel tapi menginap di tempat yang disediakan masyarakat, seperti homestay di sekitar geosite.

Dinas Pariwisata Sumbar mendukung dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, sertifikasi pemandu geowisata, masterplan geopark, dan promosi melaui video. Geopark adalah pariwisata plusnya Sumbar.

“Ranah Minang memiliki Silokek, Ngarai Sianok Maninjau, Sawahlunto. Tiga geopark Nasional tersebut yang sudah ditetapkan. Singkarak, Harau, Talamau dan Solok Selatan sedang diperjuangkan jadi geopark. Dharmasraya dan Pasaman daerah berpotensi dicalonkan untuk juga ditetapkan sebagai geopark nasional.

Baca Juga :  Evaluasi Hasil MTQ XXXIX Tingkat Sumbar: Sebuah Renungan untuk Kita di Luak Nan Tuo!

Ia berharap, dengan adanya Sosialisasi Geopark Ranah Minang ini, masyarakat jadi paham dengan posisi geopark dalam pembangunan. Wisata geopark itu usaha pengisiannya muncul dari masyarakat.

Ikut memberikan pencerahan Kadis Parpora Tanah Datar Hendri Agung Indrianto didampingi Kabid Pariwisata Efrison yang pada dasarnya menyampaikan kebijakan strategi pariwisata Tanah Datar harus berakar dari masyarakat, berkelanjutan dan pariwisata iven. Warga harus menjadi subjek pariwisata, serta memastikan keberlanjutan budaya lokal, habitat alam dan keanekaragaman hayati. (KD/Red.Jm)

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600