Filsafat Rangkiang Museum Istano Basa Pagaruyung

Oleh : Joli Sumantri

Rangkiang atau nama lainnya lumbung adalah sebuah rumah kecil di sebelah rumah gadang yang dipergunakan untuk menyimpan padi untuk persiapan

Pada rumah adat Minangkabau rangkiang dibangun di depan rumah penghuninya sebanyak 2 buah titik kedua rangkaian itu berbeda fungsinya, namun secara umum rangkiang digunakan sebagai tempat padi baru yang di panen

Di masa lalu rangkiang berfungsi ganda selain tempat padi rangkiang juga berfungsi sebagai lambang keberadaan pemiliknya.

Sebuah rangkaian yang digunakan untuk menyimpan padi sebagai perbekalan keperluan sehari-hari. Sebuah lagi digunakan untuk keperluan tertentu namanya rangkiang si Bayu Bayu dan rangkiang sitinjaulauik

Di Museum Istana Basa Pagaruyung semua yang disatukan rancang bangunannya namun ia memiliki 9 = 9 fungsi pula 9 nama-nama rangkaian itu adalah

1. Sitinjau Lauik atau “Kapuak Adat Jo Pusako”. Kegunaannya untuk hal-hal yang berkaitan dengan acara adat, spt mendirikan penghulu, kematian dan acara-acara adat lainnya.

2. Mandah Pahlawan atau “Kapuak Tuhuak Parang”. Kegunaannya untuk makanan bagi para pejuang dan orang-orang yang berperang mempertahankan kampung dari serangan luar.

3.Harimau Paunyi Koto atau “Kapuak Pambangunan Nagari”. Dana-dana serta keperluan untuk membangun ‘nagari’ semua diambil dari rangkian ini.

4.Sibayau-bayau disebut juga “Kapuak Salang Tenggang”. Rangkiang ini dipergunakan untuk membantu orang-orang yang berada dalam keadaan kesempitan tau kekurangan.

5.Sitangka lapa atau kapuak gantuang tungku. Isi rangkiang ini dipergunakan atau disiagakan untuk saat paceklik.

6.Galuang bulek basandiang atau kapuak abuan penghulu. Isi rangkiang ini diperuntukkan bagi seorang penghulu dalam kaum tersebut dalam mendukung segala kegiatan dan aktivitasnya.

7.Garuik Simajo Labieh atau kapuak abuan sumando. Orang sumando juga mempunyai abuan untuk kepentingan anak isterinya.

8.Gadang Bapantang Luak kegunaannya untuk makanan harian anggota keluarga rumah gadang.

9.Kaciak Simajo Kayo atau kapuak abuan rang mudo. Isi rangkiang ini digunakan untuk anak muda yang ada dalam rumah gadang seperti untuk keperluan biaya pernikahan.



Antara 9 buah nama diatas yang paling istimewa posisinya adalah rangkaian sitinjaulauik, karena isinya adalah penyimpanan harta kekayaan dan pusaka, karena itu dalam rangka yang di istana pagaruyuang posisinya berada pada ruang yang paling tengah.


Lumbung Ini, boleh dibuka setahun sekali yang digunakan untuk keperluan menjaga adat upacara adat dan penegakan penghulu saja.


Seluruh rangkaian yang ada di atas di Museum istana Pagaruyung rancang bangunannya dijadikan satu dengan nama rangkiang patah sembilan

Dalam konsepnya yang amat sederhana keberadaan rangkaian memperlihatkan bagaimana tingginya jiwa sosial masyarakat Minangkabau dahulunya, Ini terbukti dengan ada beberapa rangkiang yang difungsikan untuk keperluan masyarakat banyak.

Baca Juga :  Petasan Spritus Memakan Korban, Hati Hati

#Dikutipdariberbagaisumber

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600