Dinkes Tanah Datar Luncurkan Program Nagari SBS, Baru Dua Nagari yang Memenuhi Syarat

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Guna meningkatkan kebersihan dan kesehatan masyarakat Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Kesehatan setempat terus berupaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk upaya untuk menciptakan capaian nagari Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).

Upaya pencapaian Nagari SBS dilakukan salah satu langkah untuk pencegahan terjadinya stunting pada balita di Kabupaten Tanah Datar. Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM dr. Ermon Revlin yang mewakili Bupati Tanah Datar mengatakan, sangat mengapresiasi peran serta dan kepedulian pihak terkait dalam terwujudnya Nagari SBS sekaligus upaya Tanah Datar dalam pencegahan stunting.

Ia menyebut, saat ini angka prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Datar berada di angka 21, 5 persen dan perlu perhatian dari semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah daerah. Meski angka tersebut masih terbilang rendah, Pemkab Tanah Datar tetap menargetkan angka tersebut turun menjadi 14 persen pada 2024.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Banyak faktor penyebab anak balita kita yang mengalami stunting salah satunya adalah tidak memiliki jamban sehat,” kata Ermon Revlin saat membuka Bimtek STBM dalam rangka percepatan Nagari SBS di Kabupaten Tanah Datar di Aula Kantor Bupati setempat, Senin, (14/11).

Ermon menjelaskan, adapun capain keluarga yang belum menggunakan jamban sehat di Kabupaten Tanah Datar saat ini baru mencapai 76, 56 persen.

Sedangkan capaian nagari yang Stop Buang Air Besar Sembarangan baru mencapai 2,67 persen, itu artinya hanya dua nagari dari 75 nagari yang 100 persen penduduknya menggunakan jamban sehat.

Ia berharap seluruh pihak terkait, baik itu Dinas Kesehatan Tanah Datar, Pemerintah Nagari, TP PKK dan OPD lainnya terus berupaya bagaimana seluruh nagari di Tanah Datar seluruh penduduknya menggunakan jamban sehat.

Baca Juga :  Laporan Dana SILPA Tanah Datar th 2021 Sebesar Rp. 111,5 Milyar, Ini Penjelasannya

“Kalau kita tidak bisa mencapai ke keluarga atau ke rumah-rumah masyarakat kita mulai dari komunal terlebih dahulu seperti di Masjid, dan kantor serta fasilitas umum lainnya,” katanya.

Ketua Panitia yang juga Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Tanah Datar dr.Susi Julianti menyampikan, di Kabupaten Tanah Datar melalui gerakan sanitasi total berbasis masyarakat juga merupakan salah satu pencegahan dalam upaya penurunan stunting.

Saat ini kondisi pencapaian SBS di Tanah Datar masih rendah dan belum sesuai dengan yang diharapkan. Dari 75 nagari baru 2 nagari yang 100 persen sudah buang air besar sembarangan. Untuk mencapai nagari SBS tersebut yang diperlukan adalah akses jamban sehat serta kepemilikan dari jamban sehat itu sendiri.

“Saat ini untuk akses belum juga 100 persen, kita di Dinkes dan Puskesmas sudah melakukan pembilahan terhadap akses dari pada jamban sehat ini, dan saat ini kita bersama dengan OPD terkait untuk melakukan tindak lanjutnya,” katanya. (KD/Red.Jm)

Print Friendly, PDF & Email