News  

Dikbud Sumbar Dokumentasikan Sejarah Jalur Rempah di Tanah Datar

Tanah Datar, Jurnalminang.com. News&Web TV. Tim dari Dikbud Sumbar yabg dipimpin oleh Putri Jaya Hakim dan Helma Fitri melakukan kunjungan ke Kab. Tanah Datar untuk melakukan pendataan, pendokumentasian serta menjaring informasi mengenai Jalur Rempah yang ada di Kab. Tanah Datar, Kamis, 4 November 2021.

Putri Jaya Hakim yang juga menjabat Kasi Sejarah tersebut mengatakan bahwa di Tanah Datar dahulunya ada daerah penghasil rempah-rempah seperti cassiavera atau kulit manis. “Pernah juga ada gudang rempah di daerah Salimpauang” tegasnya.

Tim ini berdiskusi dengan Irwan Malin Basa yang juga seorang penggiat kebudayaan dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di kab. Tanah Datar untuk menjelaskan bagaimana dahulunya sejarah dan bukti bukti jalur rempah tersebut pernah ada.

“dahulu memang Tanah Datar sebagai penghasil kulit manis yang cukup banyak. Di daerah lereng gunung Marapi, mulai dari Nagari Sabu, Pariangan, Sungai Tarab terus ke Salimpauang adalah penghasil kulit manis. Masyarakat menjual kulit manis ke pengumpul di kecamatan, lalu diteruskan ke penampung atau toke pasar Batusangkar” jelas Irwan.

Selain itu, sebagai bukti bahwa kulit manis ini sangat merakyat di Luak Nan Tuo, berbagai kosakata lokal tentang kulit manis ini banyak bermunculan. Nama peralatan untuk mengolah kulit manis ini juga bervariasi di tengah masyarakat.

“ada istilah manungkai kulik, mangikih kulik, Kulik kualitas A, B dan C. Ada juga “lirik puisi” masyarakat lokal tentang harapannya yang sirna terhadap kulit manis ini. Ada juga gudang kulit manis di Salimpauang” tambah Irwan Malin Basa.

Helma Fitri menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat data jalur rempah yang pernah ada untuk dibuatkan bibliografinya. Karena jalur rempah ini akan diajukan ke UNESCO untuk diakui sebagai sebuah jalur rempah dunia. (Red.Jm).

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600