Difasilitasi oleh BPNB Sumbar, Latihan Tarain Mulai Digiatkan di Jorong Padang Panjang Nagari Pariangan

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Dengan adanya bantuan fasilitasi dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar berupa pendokumentasian budaya, ritual Tarain kembali digiatkan di jorong Padang Panjang Nagari Pariangan. Pelaku tradisi ritual Tarain melakukan latihan bersama tentang Tarain dan seluk beluk sejarahnya pada hari Jumat, 3 Juni 2022 di sanggar Titiak Palito.

Kegiatan pendokumentasian ritual ini difasilitasi dan didokumentasikan oleh Irwan Malin Basa yang sudah banyak melakukan kajian dan pelestarian kebudayaan Minangkabau bersama tim. Kehadiran Tim ini disambut gembira oleh seluruh peserta latihan Tarain.

“kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Ritual ini bisa lestari lagi dan bisa kita dokumentasikan. Ini yang kami harapkan” ujar Katik Sinaro salah seorang sesepuh sanggar Titiak Palito.

Acara dimulai dengan diskusi panjang  lebar tentang sejarah Tarain. Tata caranya, bacaan Tarain, peralatan yang dibutuhkan, teks atau bacaan yang dibaca untuk Tarain.

Kegiatan latihan dan diskusi ini akan dilaksanakan selama 4 kali dan nanti akan diakhiri dengan penampilan Tarain secara klasik atau tradisional seperti dahulu kala.

“Tarain ini sudah menjadi tradisi kami di jorong Padang Panjang semenjak dahulu. Seingat saya, dari kecil sudah ada ritual ini” ujar H.Dt.Lelo Nan Kayo yang sudah berusia lebih 90 th dan masih bisa hadir pada acara latihan tersebut.

Menurut Buya M.Kh.Sulaiman, kata Tarain diambil dari Bahasa Arab yaitu Tarhim. Artinya mohon pertolongan. Dalam konteks ini, mohon pertolongan agar diturunkan hujan karena musim kemarau berkepanjangan. “Namun karena perubahan dialek masyarakat Padang Panjang, kata Tarhim lazim diucapkan dengan Tarain” ujar Buya.

Tarain ini merupakan satu satunya ritual minta hujan yang masih ada di masyarakat jorong Padang Panjang nagari Pariangan dan satu satunya di Kab. Tanah Datar.(Red.Jm).

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600