Dibalik Rekor MURI untuk Pariangan, Bagaimana Sejarahnya?

Jakarta, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 yang digelar Minggu 30 Oktober 2022 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI memberikan dua rekor MURI untuk Batik Pariangan dan untuk Nagari Pariangan.

Sertifikat MURI diserahkan langsung oleh Djaya Suprana sebagai direktur MURI dan disaksikan oleh Mentri Pariwasata Sandiago Uno di hadapan ribuan tamu dan undangan yang hadir di halaman gedung Sapta Pesona kemenparekraf, jl. Merdeka Barat, no. 17 Jakarta.

Bagaimana sejarahnya? Batik Pariangan dipelopori oleh Irwan Malin Basa bersama Pramono melalui penggalian motif dari manuskrip Minangkabau. Kemudian motif itu disusun dan diatur garis garisnya sehingga menjadi 25 motif yang sudah di HKI-kan. Pewarna yang digunakan adalah pewarna alam.

Kegiatan ini sudah dimulai semenjak tahun 2008 melalui penelitian manuskrip dan baru dikembangkan sejak tahun 2017. Kini sudah ada sebuah rumah batik di Pariangan yang dikelola oleh Zelmawati.

Pada tahun 2021 Prof. Azril Azhari bersama Rina Armeniza, MM melakukan pengembangan pewarna dari ampas kopi. Kemudian diujikan pemakaiannya untuk pewarna kain. Hasilnya, sangat menakjubkan. Muncul warna yang khas dan aroma kopi yang semerbak.

Karena pilot projek ampas kopi ini sukses dan yang pertama diujicobakan untuk kain batik di Pariangan, maka dilakukan pengkajian lebih dalam lagi sehingga memiliki struktur warna dan komposisi warna yang lebih permanen.

Karena inovasinya itu, batik Pariangan berhak menerima dua rekor dunia dari MURI. Sementara motif design oleh Irwan Malin Basa yang juga seorang akademisi di UIN Batusangkar. (Red.JM)

Print Friendly, PDF & Email