Dialog Budaya Seputar Kesenian ‘Alu Katentong’

  • Bagikan
banner 468x60

Reportase Budaya Oleh: Rahma Dewi

(Penggiat kebudayaan di Kab. Tanah Datar)

banner 336x280

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar membuka Dialog BPNB Sumbar Menyapa Nagari  dengan tema ’Kesenian Alu Katentong dan Pemajuan Kebudayaan’ di Nagari Padang Laweh pada hari Kamis 24 Juni 2021 yang bertempat di aula kantor Wali Nagari Padang Laweh, Kec. Sungai Tarab, Kab. Tanah Datar.

Dilaksanakannya Dialog BPNB Sumatera Barat Menyapa Nagari Tahun 2021 ini merupakan kerjasama antara Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Sumatera Barat dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, yang dihadiri oleh 40 orang Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan Rang Mudo serta Perangkat Nagari Padang Laweh.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wali Nagari Padang Laweh Bapak Maimun, Camat Sungai Tarab Bapak Afrizal S.E serta Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar Bapak Abrar S.E. serta para tamu dan undangan lainnya.

Kepala Bidang  Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesenian Alu Katentong merupakan warisan seni budaya yang tak ternilai harganya dan diharapakan dapat menjadi ikon bagi Nagari Padang Laweh yang membedakan dari nagari lainnya dan senantiasa dapat menjadi contoh bagi nagari lainnya untuk menggali potensi seni budaya yang ada di nagari masing masing.

Sementara itu Kepala BPNB Sumbar Bapak Undri S.S, M.Si mengatakan bahwa dalam program pemajuan kebudayaan yang digagas oleh pemerintah pusat diharapkan setiap desa atau nagari dapat mengembangkan potensi sesuai dengan objek kebudayaaan yang mereka miliki dan menjadikan nilai tambah bagi desa atau nagari tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Sekretaris Wali Nagari Padang Laweh Bapak Yulius Meri bahwa Alu Katentong merupakan kesenian tradisional Padang Laweh yang tidak dimiliki nagari lainnya. Bunyi bunyian atau irama yang dihasilkan dari perpaduan alu dan lasuang merupakan kenikmatan seni tersendiri dan mengandung makna yang dalam dan diharapkan terjadi regenerasi dalam memainkan kesenian Alu Katentong karena sekarang yang bisa memainkannya adalah bundo kandung yang tua-tua yang telah berusia 60 tahun. Jadi agar kesenian tersebut tidak punah dan tetap lestari salah satunya dengan mengajarkan kepada generasi mudanya.

Baca Juga :  Mengenal Tradisi "Kadaghek"

“Acara dialog ini berjalan sukses berkat kerja sama yang baik antara tim  dari BPNB Sumbar yaitu Ibu Agustinawarni, Ibu Salmiati dan Ibu Endila Maria selaku koordinator acara serta perangkat Wali Nagari Padang Laweh yang bahu membahu berkerja sama sampai acara selesai. Diharapkan nantinya akan ada acara serupa atau acara dalam bentuk lain di kabupaten Tanah Datar yang merupakan bentuk kerjasama antara BPNB Sumbar dengan Bidang Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar. (Red.Jm).

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan