Bupati Tanah Datar Beserta Rombongan Studi Tiru ke Kab. Bantul

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama rombongan melakukan studi tiru ke desa wisata Kaki Langit yang terletak di desa Mangunan, Kapanewon (kecamatan) Dlingo Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kedatangan Bupati dan rombongan disambut langsung oleh Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Kajari diwakili Kasubagbin Ari Budi Santoso, Asisten Ekobang Setda Bambang Guritno, Pimpinan OPD, Camat Dlingo, Lurah, serta Pelaku Wisata setempat.

Saat tiba di lokasi tujuan Bupati bersama rombongan langsung disuguhi dengan tari Hambatik persembahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul, dimana tarian ini menggambarkan dan mencari proses membatik oleh masyarakat mulai dari awal sampai akhir. Yang mana batik merupakan salah satu ciri khas sekaligus juga sumber pendapatan bagi masyarakat Bantul pada umumnya.

Ikut mendampingi Bupati Tanah Datar dalam rombongan Ketua DPRD Tanah Datar H. Roni Mulyadi Dt. Bungsu, Wakil Ketua DPRD Anton Yondra dan Saidani, Kajari Tanah Datar Hardijono Sidayat, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Asisten Ekobang Abdul Hakim, Kadis Parpora Hendri Agung Indrianto, Kadis Kominfo Yusrizal, Kadis PUPR Thamrin, Kadis PMDPPKB Novendril, Kepala BKD Jasrinaldi, Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah, Ny. Afridawati Roni Mulyadi, Ny. Emi Hardijono Sidayat, Kepala Kesbangpol Herison, para Camat beserta Ketua TP PKK kecamatan, Wali Nagari, juga Pokdarwis.

Bupati Tanah Datar Eka Putra, di kesempatan itu menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini ke Kabupaten Bantul tepatnya di desa wisata Kaki Langit yang terletak di desa Mangunan, Kapanewon (kecamatan) Dlingo bersama rombongan diawali dengan pengumuman desa wisata terbaik di Indonesia. Dan di Bantul ini keluar sebagai yang terbaik berdasarkan rekomendasi Apkasi, selanjutnya yang kedua di Banyuwangi dan yang ketiga di Bali, sementara Tanah Datar yaitu nagari Pariangan dan nagari Sumpur baru sampai 50 besar desa wisata terbaik ADWI tahun 2022.

Baca Juga :  Seminar Nasional Literasi HMJ Ilmu Perpustakaan UIN IB Sukses

“Kalau kami datang sendiri kesini tentu akan sulit nanti mengimplemantasikannya di Tanah Datar, untuk itu kami kesini lengkap semuanya hadir sehingga nanti akan dengan mudah untuk pelaksanaannya di Tanah Datar nanti,” terang Eka Putra.

Selain itu disampaikan Eka lagi, banyak hal yang bisa dipelajari di desa wisata Pinus Sari dan desa wisata Songgo Langit yang ada di desa Mangunan ini, terutama kebersihannya, selain itu juga akan dipelajari terkait masalah harga yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM yang ada di kabupaten Bantul ini.

“Untuk itu, Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Bantul, dan jajarannya yang telah mau menerima dan berbagi ilmu dengan kami disini. Harapan kami, dari sini Kami bisa membawa hasil yang baik ke Tanah Datar dan bisa kami tiru dari sini untuk nantinya kami terapkan di Tanah Datar,” sampai Bupati Eka Putra.

Sementara itu Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih dalam penyambutannya mengatakan bahwa desa wisata Kaki Langit ini pernah memperoleh salah satu Anugerah Pesona Indonesia (API) dalam kategori surga tersembunyi dan terpopuler di Indonesia.

Lebih jauh disampaikan H. Abdul Halim bahwa pihaknya sangat bergembira atas kunjungan yang dilakukan oleh Bupati Tanah Datar bersama rombongan, dan berharap ini akan lebih meningkatkan silaturahmi antar dua kabupaten.

Menurut Bupati Bantul H. Abdul Halim, kabupaten yang luasnya sekitar 506 km² ini jumlah penduduknya saat ini mencapai 1 juta jiwa yang tersebar di 17 kecamatan dan 75 kelurahan yang ada di Bantul. “Saat ini kami masih dalam masa pemulihan ekonomi pasca pandemi, dan upaya ini kami lakukan bersama-sama dengan masyarakat agar bisa pulih secara cepat. Kami disini memprioritaskan tiga sektor ekonomi, yaitu bidang industri, pertanian dan yang ketiga adalah bidang pariwisata.

Baca Juga :  Dikbud dan Kominfo Tanah Datar Akan Siarkan Acara Dialog Budaya Authentic Minangkabau

“Dari 5 (lima) kabupaten yang ada, Bantul juga merupakan penyumbang 70% ekspor handycraf bagi Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Di Bantul ini banyak sekali produksi handycraf dari beragam material, dan banyak sekali sentra-sentra yang berkembang sudah sangat lama sekali,” kata H. Abdul Halim menjelaskan. (KD/Red.Jm)

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600