Bolehkah KPU Tanah Datar Dianggap Gagal?

  • Bagikan
banner 468x60

Tanah Datar, JurnalMinang.Com. News&Web TV. Pasca penyelenggaraan pilkada tgl 9 Desember 2020 lalu muncul berbagai pendapat tentang keberhasilan KPU dalam melaksanakan seluruh tahapan Pemilukada. Berbagai nada sumbang terhadap KPU mulai mencuat karena kenyataannya di Tanah Datar tingkat partisipasi pemilih berdasarkan suara yang sah hanya sekitar 59% sedangkan target dari KPU pusat harus diatas 70%.

Menyikapi gonjang ganjing terhadap KPU Tanah Datar ini, media JurnalMinang mencoba meminta pendapat Nopi Budiman, M.Si yang merupakan Dosen Ilmu Politik di IAIN Batusangkar. Menurut Nopi, faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi pemilih rendah dalam pilkada serentak 2020 adalah pertama, tidak bisa dinafikan disebabkan oleh faktor pandemi covid 19 yang sedang melanda Indonesia. Peningkatan kasus covid menjelang pencoblosan membuat masyarakat ragu datang ke TPS.

banner 336x280

Tetapi hasil ini berbanding terbalik dengan beberapa negara yang sudah menyelenggarakan pemilu seperti Amerika dan Korea Selatan yang mampu meningkatkan partisipasi pemilihnya dalam situasi pandemi covid 19. Nopi Budiman menjelaskan kenapa Korea Selatan dan Amerika mampu meningkatkan partisipasi pemilihnya, karena negara dalam hal ini penyelenggara pemilu mampu memberikan jaminan keselamatan kepada pemilihnya dalam melakukan pencoblosan.

Keterlibatan seluruh stakeholder dalam mensosialisasikan pemilu dalam situasi pandemi adalah kata kunci kenapa Amerika dan Korea dan beberapa negara lainya berhasil meningkatkan partisipasi pemilihnya.
“kita melihat ada kegamangan dari pihak penyelenggara pemilu dalam menghadapi penyelenggaraan pilkada dalam situasi pandemi ini. Seharusnya dalam dalam kondisi seperti dituntut kreatifitas penyelenggara pemilu dalam mensosialisasikan pilkada ini” Tegas Nopi Budiman.

Sementara itu menurut Irwan Malin Basa yang juga seorang akademisi yang cukup intens mengamati dan mengkaji perpolitikan di Luak Nan Tuo bahwa angka partisipasi pemilih memang rendah. Sekitar 59%. Dari total DPT 262.891 pemilih, hanya sekitar 154.263 yang sah suaranya. “Kalau indikator nya perolehan suara yang sah saja memang KPU Tanah Datar boleh disebut gagal karena memang tidak mencapai angka 70% partisipasi pemilih” tegas Irwan Malin Basa.

Baca Juga :  Rombongan Wartawan Luak Nan Tuo Studi Tiru ke Provinsi Lampung

“Tetapi untuk menilai apakah KPU gagal atau tidak, tentu tidak bisa hanya dengan satu variabel saja” tutup Irwan Malin Basa ketika dimintai pendapat oleh media JurnalMinang. (Red.Jm).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan