News Opini

Bicara Ratu Dunia di Luak Nan Tuo

Oleh: ST. Syahril Amga

(Wartawan Senior dan Wartawan Utama)

Tanah Datar, JurnalMinang.Com. Begitu besar nama yang disandang, bukan main-main, ratu dunia. Justeru itu tidak dapat dianggap enteng. Biar berdomisili di lereng gunung, yang pemikiran sampai dimana “pitih” bacetak.

Jika ngomong Ratu Dunia, tentu saja tidak lepas dari wawasan yang dimilikinya. Mulai dari yang kecil sampai kepada yang besar. Diketahuinya. Itulah diantara penguasaanya.

Bukan main-main atas penguasaan berbagai bidang oleh yang disebut Ratu Dunia. Tahu dalam segala bidang, diantaranya. Bukan main main terhadap yang disebut Ratu Dunia. Maklum saja nama prediketnya Ratu Dunia.

Jika kita berbicara yang menguasai dalam segala bidang, tahu tentang banyak hal itulah wartawan. Oleh karena itu tidaklah salah wartawan yang dijuluki Ratu Dunia. Julukan Ratu Dunia itu memang sudah lama diuntukan bagi wartawan, tidak terkecuali wartawan Kabupa ten Tanah Datar.

Banyak tahunya disebabkan wartawan itu dalam bertugas dapat kebebasan karena Indek Kemerdekaan Pers (IKP), karena wartawan itu bagian dari pers. Pers yang bebas dalam berbicara, bertugas, bepergian kemana saja. Dalam berbicara didasari atas konstitusional. Bertugas bertolak dari Undang-undang R.I. No.40 th 1999.

Kebebasan itu sesungguhnya ada pada diri seseorang yang berwawasan. Sementara wartawan juga dapat kebebasan dalam berbagai hal dalam mengutip ilmu pengetahuan untuk orang banyak di Dunia. Disebabkan berkuasa di Dunia itulah wartawan, Ratu Dunia.

Kebebasan wartawan itu di Dunia. Bebas berbicara semenjak dari oleh-oleh kerupuk dari Jambi, kewaspadaan atas penularan hama Covid 19. Bahkan sampai diantara yang hadir pada suatu warung keluar meninggalkan warung itu satu persatu, itu juga kebebasan.

Dalam menulis berita dari data dan fakta hingga money politic oleh pasangan calon atau paslon bupati dan wakilnya. Akan tetapi, walaupun kita wartawan dapat kebebasan jangan lupa atas hidup yang berambu rambu. Rambu-rambu itu tidak obahnya bagaikan portal dalam bertugas serta dalam hidup yang merdeka.

Kendatipun dapat kebebasan dan diberikan berbagai peluang untuk sesuatunya. Bahkan dijuluki Ratu Dunia, tidak bisa mengenyampingkan kehati-hatian. Bila meninggalkan kehati hatian bisa terjerumus masuk buih yang tidak kita inginkan, jelas mantan anggota DPRD T.Datar St.Syahril Amga.

Lanjutnya lagi, justeru negara kita negara hukum, hukum tanpa pandang bulu, entah kalau bulu yang memandang hukum. Menyangkut hal ini Kabag Humas dan protokol Kabupaten Tanah Datar Drs.Yusrizal M.M, dua hari yang lalu (30/9) dalam kesempatan ngomong-ngomong dengan JurnalMinang.Com tidak membantah hal itu, malah menguatkan, katanya bahwa kehati-hatian itu sangat penting untuk bertugas dalam hidup. (SA/red.jm). Foto: diakses secara bebas dari google

.

Related posts

Kontroversi Maklumat MUI Tanah Datar di Tengah Masyarakat

Admin Jurnal Minang

Pasangan DarmaTani Unggul Setengah

Admin Jurnal Minang

Antara Rumah Gadang dan Rumah Adat

Admin Jurnal Minang

Leave a Comment