News  

4.000 Bibit Ikan Bilih Dilepas di Danau Singkarak

Program Kerjasama PT. Semen Padang, Universitas Bung Hatta dan Nagari Sumpur

Tanah Datar, Jurnal Minang.com. News&Web TV. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, Inovasi yang luar biasa dari wali nagari, harus didukung masyarakat bersama-sama, tumbuhkan kearifan lokal supaya tidak ada keramba, dan tidak ada penangkapan besar-besaran. Kita berharap agar hal ini ditiru oleh nagari lain di sekitar danau sehingga bisa melestarikan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi saat melepas 4 ribu bibit ikan bilih di Danau Singkarak bersama Plt. Direktur PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt. Tumanggung, dan Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Tafdil Husni, bersama masyarakat, melepas 4 ribu bibit Ikan Bilih, di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.

Bilih merupakan ikan endemik satu-satunya di Indonesia hasil pembenihan PT Semen Padang.

Pelepasan ikan ke habitat aslinya tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun PT. Semen Padang yang ke 112.

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kepedulian dan perhatian PT. Semen Padang, yang tidak hanya fokus pada bisnis namun juga bisa menyikapi persoalan di Sumbar, diantaranya menurunnya populasi Ikan Bilih di Danau Singkarak.

“Selamat HUT ke-112 PT. Semen Padang dan apresiasi atas kepedulian dan perhatian PT. Semen Padang yang tak henti-hentinya berbakti untuk negeri. Apa yang dilakukan hari ini tentu akan menambah populasi ikan bilih di Danau Singkarak dan bisa membantu perekonomian warga,” ujar gubernur.

Gubernur Mahyeldi juga mengapresiasi Walinagari Sumpur, Ade Dt. Sari Pado, yang telah memberikan perhatian khusus untuk pelestarian ikan bilih yang turut membantu perekonomian masyarakat dengan menumbuhkan kearifan lokal untuk menjaga danau dan populasi Bilih dengan melarang keramba serta eksploitasi secara besar-besaran, pesan Gubernur. 

Baca Juga :  Penjual Putu dan Pilkada

Plt. Dirut PT. Semen Padang, Asri Mukhtar Dt. Tumanggung, mengungkapkan, apa yang dilakukan PT. Semen Padang berawal dari keprihatinan semakin menurunnya populasi ikan endemik Danau Singkarak. Sehingga PT. Semen Padang bekerjasama dengan UBH sebagai satu-satunya universitas yang memiliki jurusan perikanan di Sumbar.

“Harapannya kita bisa ikut berkontribusi menyelamatkan Ikan Bilih dari kepunahannya, bisa berkembang biak dan semua pihak bisa menjaga bersama, dan ini bisa jadi proyek percontohan,” harap Asri.

Kerjasama pengembangan Ikan Bilih antara Tim Keragaman Hayati (Kehati) PT. Semen Padang dengan UBH, menurut Kepala Unit CSR PT. Semen Padang, Rinold Thamrin, dimulai sejak 2020 dan berhasil membiakan secara alami di area Kehati. Lalu pada tahun 2021, pembiakan berhasil dilakukan dengan skala labor, dan 2022 ini dilakukan konservasi in situ menggunakan rumpon.

“Program ini tetap kita lakukan hingga 2025 karena terpanggil dan kewajiban menjaga satwa endemik ini sekaligus melestarikan ekosistem kelautan, khususnya Ikan Bilih Danau Singkarak. Terimakasih pada semua pihak yang telah mendukung,” ungkap Rinold.

Rektor UBH, Tafhdil Husni, menyebut kegiatan yang merupakan sinergi pemerintah, swasta dan masyarakat ini akan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

“Jika 1500 saja ikan yang dilepas, lalu dianggap 800 ekor bertelur, dengan setiap ikan bisa menghasilkan 3 ribu butir, maka akan ada 2,4 juta telur. Inilah kontribusi besar dari kegiatan ini yang akan berdampak pada ekonomi masyarakat,” jelas Tafdil. (KD/Red.Jm).

Print Friendly, PDF & Email
banner 120x600